trendsberita.com – Eskalasi politik di Madura memanas menyusul kabar penggabungan dua kekuatan besar di tingkat lokal. Isu Nasdem Gerindra melebur Pamekasan memicu reaksi keras dari internal partai besutan Surya Paloh tersebut. Ketua DPD Nasdem Pamekasan, Ali Hosnan, secara tegas menyebut bahwa rumor ini sangat merugikan soliditas tim di lapangan.
Kabar mengenai penggabungan kekuatan ini muncul di tengah persiapan menyambut Pilkada serentak 2026. Namun, Ali Hosnan menilai narasi yang berkembang saat ini justru menciptakan kegaduhan bagi para pengurus dan simpatisan di tingkat akar rumput.
Kader Terluka Akibat Isu Nasdem Gerindra Melebur Pamekasan
Menurut Ali Hosnan, isu Nasdem Gerindra melebur Pamekasan tanpa koordinasi yang jelas merupakan langkah yang tidak menghargai perjuangan kader. Ia menekankan bahwa para pejuang partai di tingkat desa hingga kecamatan merasa dikhianati oleh opini yang berkembang secara sepihak di media sosial maupun pembicaraan warung kopi.
“Pernyataan atau isu mengenai Nasdem Gerindra melebur Pamekasan ini sangat menyakiti hati kader. Kami yang selama ini berjuang di bawah merasa tidak dianggap jika keputusan besar diambil tanpa melibatkan suara daerah,” tegas Ali Hosnan kepada awak media, Rabu (15/4/2026).
Menjaga Marwah Partai di Pamekasan
Ali menambahkan bahwa hingga saat ini, DPD Nasdem Pamekasan masih memegang teguh instruksi pusat yang ada sebelumnya. Ia meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dengan melempar spekulasi koalisi yang belum resmi. Baginya, marwah partai harus tetap terjaga di atas kepentingan pragmatis sesaat.
Reaksi keras ini menjadi sinyal bahwa isu Nasdem Gerindra melebur Pamekasan tidak akan berjalan mulus tanpa adanya konsolidasi internal yang matang. Kader Nasdem di Pamekasan menuntut transparansi dan komunikasi dua arah dari jajaran elit partai sebelum menentukan langkah strategis menuju pemilihan bupati mendatang.
Fokus pada Pemenangan Internal
Ali Hosnan meminta para kader untuk tetap tenang dan fokus pada kerja-kerja politik yang sudah terjadwal. Ia berjanji akan segera membawa kegelisahan para kader ini ke tingkat DPW dan DPP agar mendapatkan perhatian serius. Penolakan terhadap isu penggabungan ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Pamekasan masih sangat cair dan penuh kejutan.









