Iran Klaim Menang Perang, Sebut AS Terima Rencana 10 Poin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Iran (Foto: dok. Reuters)

Ilustrasi bendera Iran (Foto: dok. Reuters)

Trendsberita – Pemerintah Iran mengklaim telah memenangkan konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran setelah Presiden AS, Donald Trump, menangguhkan serangan selama dua minggu.

Iran menyebut langkah tersebut sebagai bukti keberhasilan mereka dalam menghadapi tekanan militer.

Menurut pernyataan resmi, Iran juga mengklaim telah memaksa AS menerima rencana perdamaian 10 poin.

Dalam rencana itu, AS disebut setuju untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan menarik pasukan dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Perundingan Gagal, AS Tuding Iran Tolak Syarat Tak Kembangkan Senjata Nuklir

Selain itu, AS juga diklaim menerima hak Iran untuk melanjutkan program nuklirnya serta mengakui kendali Iran atas Selat Hormuz.

Iran juga menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas selama masa gencatan senjata dua minggu.

Negosiasi antara Iran dan AS direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Iran menyebut proses ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan ketidakpercayaan terhadap pihak AS.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Di sisi lain, Iran tetap menunjukkan sikap tegas. Mereka menyatakan siap merespons dengan kekuatan penuh jika terjadi pelanggaran selama masa gencatan senjata.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa proposal 10 poin dari Iran dapat menjadi dasar yang layak untuk negosiasi perdamaian jangka panjang.

Konflik antara Iran, AS, dan Israel sendiri telah memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah, termasuk gangguan pada jalur energi global seperti Selat Hormuz.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan
Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru
GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan
AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil
Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Ekspor SDA, Sawit dan Batu Bara Wajib Lewat BUMN
Netanyahu Tanggapi Penangkapan WNI di Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Kosmik yang Bisa Terjadi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:00 WIB

GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru