Inggris Pimpin Rapat 40 Negara untuk Atasi Krisis Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Selat Hormuz, Titik Rawan Jalur Minyak Dunia (Foto: REUTERS/Nicolas Economou)

Potret Selat Hormuz, Titik Rawan Jalur Minyak Dunia (Foto: REUTERS/Nicolas Economou)

Trendsberita – Pemerintah Inggris memimpin rapat darurat secara virtual yang diikuti sekitar 40 negara untuk membahas strategi mengatasi krisis di Selat Hormuz. Pertemuan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak besar pada jalur distribusi energi dunia.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan pentingnya langkah cepat untuk membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan distribusi minyak, gas alam cair, dan komoditas penting lainnya ke berbagai negara.

Krisis ini dipicu oleh konflik yang melibatkan Iran, yang menyebabkan terganggunya arus pelayaran dan pasokan energi global. Dampaknya terasa luas, termasuk lonjakan harga energi serta tekanan terhadap ekonomi dunia.

Baca Juga :  HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang

Dalam pertemuan tersebut, puluhan negara menyatakan kesiapan untuk berkontribusi menjaga keamanan jalur pelayaran. Sejumlah negara Eropa dan sekutu lainnya turut mendukung upaya diplomatik dan ekonomi guna memastikan Selat Hormuz kembali terbuka secara aman.

Namun, tidak semua negara besar terlibat dalam forum ini. Amerika Serikat, China, dan sebagian negara Timur Tengah belum ikut dalam kesepakatan bersama. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam menangani krisis yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Bagaimana Media Israel Memberitakan Perang Iran-AS?

Selain pendekatan diplomatik, beberapa negara juga mulai membahas opsi teknis untuk menjamin keamanan jalur pelayaran, termasuk perlindungan kapal dan kemungkinan pembersihan ancaman di laut. Meski demikian, penggunaan kekuatan militer masih menjadi perdebatan karena dinilai berisiko memperluas konflik.

Krisis Selat Hormuz saat ini menjadi perhatian global karena perannya yang sangat penting dalam rantai pasok energi dunia. Gangguan di wilayah tersebut berpotensi memicu dampak ekonomi yang luas, termasuk kenaikan harga energi dan gangguan distribusi global.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam
Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik
Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
Kapan Waktu Terbaik Upload Berita Online? Ini Pola Publikasi yang Efektif untuk Meningkatkan Traffic
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:33 WIB

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB