BBM Subsidi Langka di Pelalawan, Antrean Kendaraan Mengular hingga Badan Jalan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Riaupos.co

Foto: Riaupos.co

trendsberita.com – Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM subsidi kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular panjang di sejumlah SPBU hingga memakan badan jalan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut paling terasa di wilayah Pangkalan Kerinci dan beberapa kecamatan lain di Pelalawan. Banyak warga mengaku harus mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan Pertalite maupun Biosolar.

Situasi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang menggantungkan pekerjaan pada kendaraan setiap hari.

Antrean BBM Terjadi Sejak Dini Hari

Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan sudah mulai terlihat sejak dini hari sebelum stasiun pengisian bahan bakar beroperasi.

Barisan kendaraan bahkan mengular hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan di beberapa titik. Pengendara roda dua maupun mobil pribadi tampak rela menunggu lama agar tetap mendapatkan BBM subsidi.

Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan belum sepenuhnya membaik.

“Kadang harus antre berjam-jam. Kalau beli eceran harganya jauh lebih mahal,” kata seorang warga Pangkalan Kerinci seperti dikutip Riau Pos.

Warga Keluhkan Harga BBM Eceran Melonjak

Kelangkaan BBM subsidi membuat harga BBM eceran ikut naik drastis di sejumlah wilayah Pelalawan.

Warga mengaku harga bensin botolan yang sebelumnya berkisar Rp10 ribu kini melonjak hingga Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per botol.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kecil semakin terbebani karena tetap membutuhkan BBM untuk bekerja dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Viral PPSU DKI Unggah Foto Before-After Kerja di CFD, Pramono Beri Apresiasi

Sebagian warga bahkan kesulitan mendapatkan BBM di warung pengecer karena stok cepat habis.

Pertamina Klaim Stok BBM Aman

Di tengah antrean panjang yang terjadi di lapangan, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di wilayah Riau masih dalam kondisi aman.

Pemerintah Provinsi Riau bersama Pertamina juga mengklaim distribusi BBM tetap berjalan normal dan tidak mengalami pengurangan kuota.

Meski begitu, kondisi di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan masih terus terjadi.

Banyak warga menilai pernyataan stok aman belum sepenuhnya sesuai dengan situasi di lapangan karena masyarakat tetap kesulitan memperoleh BBM subsidi.

Peralihan ke BBM Subsidi Picu Antrean

Pemerintah daerah dan sejumlah pengamat menilai antrean panjang muncul akibat meningkatnya konsumsi BBM subsidi.

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite dan Biosolar. Akibatnya, permintaan BBM subsidi meningkat tajam dalam waktu singkat.

Sementara itu, penggunaan BBM non-subsidi justru mengalami penurunan sehingga SPBU lebih ramai pada jalur pengisian subsidi.

Pengamat energi juga menilai panic buying dan distribusi yang belum merata ikut memperparah antrean di sejumlah daerah Riau.

Bupati dan Kapolres Tinjau SPBU

Merespons keluhan masyarakat, Bupati Pelalawan bersama Kapolres Pelalawan turun langsung meninjau SPBU Dundangan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus memantau antrean kendaraan yang terus memanjang.

Pemerintah daerah juga mulai berkoordinasi dengan Pertamina guna mencari solusi agar antrean tidak semakin parah.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Selain itu, aparat kepolisian turut mengawasi distribusi BBM subsidi untuk mencegah penimbunan maupun penyalahgunaan.

Antrean Mulai Berangsur Normal

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi antrean di sejumlah SPBU Pangkalan Kerinci mulai berangsur normal.

Pasokan BBM ke beberapa SPBU disebut mulai stabil sehingga antrean kendaraan perlahan berkurang.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah dan Pertamina segera menghadirkan solusi jangka panjang agar kelangkaan BBM subsidi tidak terus berulang.

Warga juga meminta pengawasan distribusi diperketat supaya pasokan BBM subsidi benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Pertamina Minta Warga Jaga QR Code Subsidi

Di tengah polemik kelangkaan BBM, Pertamina turut mengingatkan masyarakat agar menjaga QR Code subsidi tepat dengan baik.

Pertamina meminta pengguna BBM subsidi rutin melakukan reset QR Code untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Langkah tersebut dinilai penting karena penyalahgunaan barcode subsidi dapat memengaruhi distribusi BBM di lapangan.

Pihak Pertamina juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU.

Kelangkaan BBM Jadi Sorotan di Berbagai Daerah

Fenomena antrean BBM tidak hanya terjadi di Pelalawan. Sejumlah daerah lain seperti Pekanbaru, Kampar, hingga Rokan Hulu juga mengalami kondisi serupa dalam beberapa hari terakhir.

Antrean panjang di SPBU bahkan menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah pemerintah daerah kini mulai mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi dan memperpanjang jam operasional SPBU untuk mengurai antrean kendaraan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasar Dibayangi Kabar Genting dari AS, Data Cadev dan Revisi RBB Bank Jadi Sorotan
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 Jatuh Lagi ke Zona Merah, Tekanan Global Masih Membayangi
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI, Gantikan Yudi Abrimantyo
Harga BBM Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter di SPBU Swasta, Bahlil: Sesuai Mekanisme Pasar
APBN Tekor Rp240 Triliun, Pemerintah Pastikan Defisit Tak Tembus 3% PDB
Resmi Naik! Daftar Lengkap Harga BBM Non-Subsidi Pertamina, BP, dan Vivo Per 5 Mei 2026
Gempa Hari Ini Guncang Garut, BMKG Catat Magnitudo 2,8
Jadwal Pencairan Bansos Mei 2026 Terbaru: PKH, BPNT hingga PBI JKN Mulai Disalurkan Bertahap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:00 WIB

BBM Subsidi Langka di Pelalawan, Antrean Kendaraan Mengular hingga Badan Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

Pasar Dibayangi Kabar Genting dari AS, Data Cadev dan Revisi RBB Bank Jadi Sorotan

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:22 WIB

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 Jatuh Lagi ke Zona Merah, Tekanan Global Masih Membayangi

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:30 WIB

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI, Gantikan Yudi Abrimantyo

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga BBM Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter di SPBU Swasta, Bahlil: Sesuai Mekanisme Pasar

Berita Terbaru