Harga BBM Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter di SPBU Swasta, Bahlil: Sesuai Mekanisme Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden

Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden

trendsberita.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel di sejumlah SPBU swasta kini menembus angka Rp30 ribu per liter. Lonjakan ini langsung menarik perhatian publik karena menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan tersebut terjadi pada awal Mei 2026. Sejumlah operator SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo menaikkan harga produk diesel mereka secara signifikan.

Sebagai contoh, BP-AKR menaikkan harga BP Ultimate Diesel menjadi sekitar Rp30.890 per liter. Sementara itu, Vivo juga mematok harga serupa untuk produk Diesel Primus Plus.

Kondisi ini menunjukkan tren kenaikan BBM non-subsidi yang cukup tajam, terutama pada jenis diesel dengan kualitas tinggi.

Bahlil Lahadalia Buka Suara Soal Kenaikan Harga

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan terkait lonjakan harga tersebut.

Ia menegaskan bahwa BBM diesel yang dijual oleh SPBU swasta termasuk dalam kategori non-subsidi. Oleh karena itu, harga produk tersebut mengikuti mekanisme pasar.

“Untuk BBM yang sifatnya industri atau hanya untuk orang-orang yang mampu itu penyesuaiannya berdasarkan harga pasar,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Dengan kata lain, pemerintah tidak mengatur harga BBM jenis ini secara langsung. Operator swasta memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan harga sesuai kondisi global dan biaya distribusi.

BBM Diesel Non-Subsidi Memang Menyasar Segmen Tertentu

Lebih lanjut, pemerintah mengklasifikasikan BBM diesel non-subsidi sebagai produk yang menyasar segmen industri atau konsumen dengan daya beli tinggi.

Baca Juga :  Defisit APBN Mei 2026 Capai Rp180,4 Triliun, Naik 76,32 Persen Secara Tahunan

Karena itu, harga produk tersebut tidak masuk dalam skema perlindungan pemerintah. Sebaliknya, harga mengikuti dinamika pasar energi global.

Selain itu, regulasi dari Kementerian ESDM juga memberikan ruang bagi badan usaha untuk menentukan harga BBM non-subsidi secara mandiri.

Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara investasi sektor energi dan ketersediaan pasokan di dalam negeri.

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tetap Aman

Di tengah kenaikan BBM non-subsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bensin subsidi, solar subsidi, dan LPG tetap stabil.

Ia menyampaikan secara tegas bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga energi subsidi dalam waktu dekat.

“Untuk minyak subsidi baik itu bensin, solar maupun LPG tidak akan ada kenaikan,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat luas, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Pertamina Juga Naik, Tapi Belum Sentuh Rp30 Ribu

Kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di SPBU swasta. Perusahaan pelat merah, Pertamina, juga melakukan penyesuaian harga untuk produk non-subsidi.

Namun demikian, harga diesel dari Pertamina masih berada di bawah Rp30 ribu per liter.

Sebagai perbandingan:

  • Dexlite kini dijual sekitar Rp26.000 per liter
  • Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter

Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan harga di SPBU swasta.

Sementara itu, Biosolar sebagai BBM subsidi tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter tanpa perubahan.

Kenaikan Dipicu Harga Minyak Global

Lonjakan harga BBM diesel tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor global memengaruhi kenaikan tersebut.

Baca Juga :  Buruh Indomaret Protes, Upah Lembur Tanggal Merah Diganti Libur

Pertama, harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Kondisi ini langsung berdampak pada biaya produksi BBM.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut memengaruhi harga impor bahan bakar.

Di sisi lain, biaya distribusi dan logistik turut mendorong kenaikan harga, terutama untuk produk dengan kualitas tinggi seperti diesel CN 51.

Karena itu, operator SPBU swasta menyesuaikan harga untuk menjaga margin bisnis mereka tetap stabil.

Dampak ke Masyarakat dan Industri

Kenaikan harga diesel non-subsidi berpotensi memberikan dampak pada sektor tertentu. Industri yang bergantung pada bahan bakar berkualitas tinggi kemungkinan akan merasakan peningkatan biaya operasional.

Namun demikian, dampak langsung terhadap masyarakat umum relatif terbatas. Hal ini terjadi karena mayoritas masyarakat menggunakan BBM subsidi atau produk dengan harga lebih terjangkau.

Meski begitu, efek tidak langsung tetap bisa muncul, terutama pada sektor logistik dan transportasi.

Jika biaya operasional meningkat, harga barang dan jasa berpotensi ikut naik dalam jangka panjang.

Pemerintah Jaga Stabilitas Energi Nasional

Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global.

Selain mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah juga mendorong efisiensi distribusi dan diversifikasi energi.

Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Di sisi lain, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara lebih bijak.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB