Defisit APBN Mei 2026 Capai Rp180,4 Triliun, Naik 76,32 Persen Secara Tahunan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha

Foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha

JAKARTA, trendsberita.com – Pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp180,4 triliun hingga akhir Mei 2026. Nilai tersebut setara dengan 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski defisit bertambah, pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih aman. Pemerintah juga terus mengawasi perkembangan pendapatan dan belanja negara agar keseimbangan anggaran tetap terjaga sepanjang tahun.

Karena itu, pemerintah tetap optimistis mampu mencapai target APBN 2026 meskipun menghadapi tekanan ekonomi global.

Belanja Negara Tumbuh Lebih Cepat

Pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sepanjang lima bulan pertama 2026.

Langkah tersebut mendorong pertumbuhan belanja negara lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan negara. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program strategis lainnya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat berbagai program yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Karena itu, belanja negara meningkat lebih cepat dibandingkan penerimaan yang masuk ke kas negara.

Pendapatan Negara Terus Bertumbuh

Di tengah peningkatan kebutuhan belanja, pemerintah tetap berhasil meningkatkan pendapatan negara.

Penerimaan pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak masih menjadi sumber utama pemasukan negara. Aktivitas ekonomi yang tetap tumbuh membantu pemerintah meningkatkan penerimaan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah terus menjalankan reformasi perpajakan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperluas basis penerimaan negara.

Baca Juga :  April Masuk Kemarau, Tapi Jakarta Masih Diguyur Hujan Deras, Ini Kata BMKG

Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengejar laju pertumbuhan belanja yang lebih cepat.

Pemerintah Pertahankan Surplus Keseimbangan Primer

Pemerintah juga berhasil menjaga keseimbangan primer dalam kondisi surplus.

Keseimbangan primer menunjukkan kemampuan pemerintah memenuhi berbagai kebutuhan fiskal di luar pembayaran bunga utang. Banyak ekonom menjadikan indikator tersebut sebagai ukuran penting untuk menilai kesehatan fiskal suatu negara.

Selain memperkuat fondasi fiskal, surplus keseimbangan primer juga memberi ruang lebih besar bagi pemerintah dalam mengelola pembiayaan anggaran.

Karena itu, kondisi fiskal Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.

Purbaya Optimistis APBN Tetap Terkendali

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan APBN sepanjang tahun berjalan.

Pemerintah memperkirakan penerimaan negara akan meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi nasional dan meningkatnya efektivitas reformasi perpajakan. Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas belanja agar setiap program memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kesehatan fiskal nasional.

Karena itu, pemerintah tetap optimistis mampu menjaga stabilitas APBN hingga akhir tahun 2026.

Defisit Masih Sesuai Target

Pemerintah menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB.

Hingga Mei 2026, realisasi defisit baru mencapai 0,70 persen terhadap PDB sehingga pemerintah menilai posisi fiskal masih sesuai dengan rencana awal. Angka tersebut masih jauh di bawah batas defisit yang telah ditetapkan dalam APBN tahun berjalan.

Baca Juga :  7 Fakta Menarik tentang Sifat Generasi Z yang Kerap Jadi Sorotan di Era Digital

Selain itu, pemerintah masih memiliki ruang fiskal dan berbagai instrumen pembiayaan untuk menjaga stabilitas anggaran apabila tekanan ekonomi meningkat.

Karena itu, pemerintah menilai kondisi APBN saat ini masih terkendali.

Tantangan Global Tetap Membayangi

Meski kondisi fiskal masih aman, pemerintah tetap mewaspadai berbagai tantangan dari luar negeri.

Ketidakpastian ekonomi global, gejolak pasar keuangan, konflik geopolitik, dan pelemahan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi penerimaan maupun belanja negara dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, perubahan harga komoditas dunia juga dapat memengaruhi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai lembaga terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

APBN Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Pemerintah menjadikan APBN sebagai instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui berbagai program prioritas, pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah juga memanfaatkan APBN untuk mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, pemerintah terus mengarahkan belanja negara agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, APBN tetap berperan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB

Oplus_0

Internasional

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:47 WIB