Ahli LKPP Ungkap Pemerintah Bisa Negosiasi Langsung ke Produsen dalam Pengadaan Chromebook

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trendsberita – Ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memberikan pernyataan mengejutkan dalam sidang kasus korupsi Chromebook. Ternyata, pemerintah memiliki jalur legal untuk menawar harga langsung ke produsen tanpa harus melalui banyak perantara.

Pangkas Rantai Distribusi Setya Budi Arijanta, Deputi di LKPP, menjelaskan bahwa mahalnya harga Chromebook sering kali disebabkan oleh rantai distribusi yang terlalu panjang.

  • Banyak barang melalui hingga 5 lapis perantara.

  • Setiap perantara mengambil keuntungan, sehingga harga akhir membengkak.

  • Negosiasi langsung ke pabrik bisa memangkas harga secara drastis.

Baca Juga :  PAN: WFH untuk Swasta Sebaiknya Fleksibel, Tidak Perlu Seragam

Contoh Kasus Nyata Setya memberi contoh nyata di mana sebuah produk yang awalnya seharga Rp 100 juta, bisa turun menjadi Rp 26 juta setelah dinegosiasikan langsung ke produsen.

Baca Juga :  Kepala BGN Akan Review 27 Ribu SPPG, Kaji Enam Dapur MBG per Kecamatan

Kritik untuk Pejabat Pengadaan Ahli menyayangkan sikap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang hanya mengandalkan harga di e-katalog. Padahal, harga tersebut bukanlah harga mati.

“Kalau beli banyak, harusnya ke pabrik. Jangan pasrah dengan harga katalog,” tegas Setya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku
Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG
Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8
MBG dan Kopdes Dianggap Bebani APBN, Ini Respons Menkeu Purbaya
Rupiah Tembus Rp19.000? Analis Ungkap Skenario Pelemahan Mata Uang RI
Ekspor Satu Pintu BUMN Resmi Berlaku, Harga Sawit dan Batu Bara Akan Diatur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:00 WIB

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB