Kerinci, trendsberita.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci mencatat sebanyak 2.540 ekor hewan kurban siap memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha 2026.
Ribuan hewan kurban tersebut terdiri dari sapi, kerbau, dan kambing yang berasal dari peternak lokal di berbagai wilayah Kerinci. Pemerintah daerah optimistis peternak lokal mampu memenuhi permintaan masyarakat tanpa harus mendatangkan ternak dari luar daerah.
Menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban biasanya meningkat tajam. Karena itu, pemerintah daerah terus menjaga ketersediaan stok sekaligus memantau kesehatan ternak agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan layak.
Stok Sapi dan Kambing Masih Mencukupi
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci mencatat sebanyak 1.700 ekor sapi, 140 ekor kerbau, dan 700 ekor kambing tersedia untuk kebutuhan kurban tahun ini. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pelaksanaan Iduladha.
Peternak lokal masih menjadi pemasok utama hewan kurban di Kabupaten Kerinci. Pemerintah juga melihat kondisi peternakan tahun ini cukup stabil sehingga pasokan ternak tetap terjaga.
Petugas dinas peternakan terus memantau distribusi hewan kurban di lapangan. Mereka ingin memastikan pedagang dan peternak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hari raya tiba.
Kepala bidang terkait di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kerinci mengatakan stok ternak saat ini masih aman.
“Stok hewan kurban di Kabupaten Kerinci masih mencukupi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah ingin menjaga pasokan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan hewan kurban.
Petugas Periksa Kesehatan Ternak Secara Rutin
Pemerintah Kabupaten Kerinci juga memperketat pemeriksaan kesehatan ternak menjelang Iduladha. Petugas kesehatan hewan turun langsung ke kandang dan lokasi penjualan untuk memeriksa kondisi ternak.
Mereka memeriksa kesehatan sapi, kambing, dan kerbau agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman. Pemerintah ingin mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Petugas memeriksa kondisi fisik ternak, kebersihan kandang, hingga kelengkapan dokumen kesehatan hewan sebelum proses penjualan berlangsung. Langkah tersebut membantu menjaga kualitas hewan kurban di pasaran.
Selain itu, pemerintah juga terus mengedukasi peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak.
Permintaan Hewan Kurban Mulai Naik
Permintaan hewan kurban di Kabupaten Kerinci mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pedagang dan peternak mengaku mulai menerima pesanan dari masyarakat, instansi pemerintah, hingga pengurus masjid.
Banyak warga memilih membeli lebih awal untuk mendapatkan hewan dengan ukuran dan harga sesuai kebutuhan. Kondisi tersebut membuat aktivitas penjualan ternak mulai ramai menjelang Iduladha.
Kementerian Pertanian juga memprediksi kebutuhan hewan kurban nasional pada Iduladha 2026 meningkat sekitar 3,82 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan permintaan tersebut ikut mendorong pergerakan harga sapi dan kambing di sejumlah pasar ternak.
Peternak Lokal Mulai Rasakan Peningkatan Penjualan
Meningkatnya kebutuhan hewan kurban membawa keuntungan bagi peternak lokal di Kabupaten Kerinci. Banyak peternak mulai merasakan peningkatan penjualan sejak awal Mei 2026.
Sejumlah pedagang juga mulai mencari stok tambahan untuk memenuhi permintaan pembeli menjelang Iduladha. Meski harga ternak mulai naik, masyarakat masih tetap aktif mencari hewan kurban.
Salah seorang peternak di Kerinci, Rahmat Hidayat, mengaku sudah menerima beberapa pesanan sapi kurban.
“Alhamdulillah permintaan mulai naik sejak awal bulan,” katanya.
Menurut dia, banyak pembeli memilih memesan lebih awal agar tidak kehabisan stok mendekati hari raya.
Pemerintah Awasi Distribusi Hewan Kurban
Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mengawasi distribusi hewan kurban hingga hari penyembelihan nanti. Petugas lapangan memantau lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar wilayah Kerinci.
Mereka juga memeriksa kendaraan pengangkut ternak untuk memastikan hewan tetap sehat selama perjalanan. Pemerintah ingin menjaga keamanan dan kualitas hewan kurban yang dijual ke masyarakat.
Selain itu, pemerintah mengingatkan pedagang agar menjaga kebersihan lokasi penjualan hewan kurban. Langkah tersebut penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit.
Pengawasan distribusi juga membantu menjaga stabilitas stok dan harga di pasaran.
Warga Diminta Teliti Sebelum Membeli
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban. Warga sebaiknya memilih ternak yang sehat, aktif, dan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan syariat Islam.
Petugas kesehatan hewan biasanya memberikan tanda khusus atau surat keterangan sehat pada ternak yang lolos pemeriksaan. Karena itu, masyarakat dapat meminta informasi kesehatan hewan kepada pedagang sebelum membeli.
Selain membeli dari penjual terpercaya, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi fisik hewan seperti mata, bulu, dan nafsu makan ternak.
Dengan stok mencapai 2.540 ekor, Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis kebutuhan hewan kurban masyarakat pada Iduladha 2026 dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan agar proses penjualan dan distribusi ternak berjalan aman, sehat, dan lancar hingga hari raya.








