trendsberita.com – Proyek tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menarik perhatian warga. Mereka menilai hasil pekerjaan di lapangan belum sesuai harapan.
Proyek senilai Rp12,9 miliar itu menggunakan anggaran APBN. Namun, warga mulai mempertanyakan kualitas pekerjaan di sejumlah titik lokasi.
Warga Lihat Langsung Kondisi Pekerjaan
Warga sekitar sungai melihat langsung kondisi proyek di lapangan. Mereka menilai beberapa bagian tanggul tidak tersusun rapi dan terlihat kurang kuat.
Selain itu, warga menemukan beberapa bronjong tidak terikat dengan baik. Kondisi ini membuat mereka khawatir saat debit air sungai meningkat.
Pekerjaan Dinilai Tidak Rapi oleh Warga
Warga menilai pemasangan material tidak mengikuti pola yang seragam. Mereka juga melihat beberapa bagian dikerjakan tanpa kerapian yang memadai.
Di beberapa titik, pekerja memasang material tanpa struktur yang jelas. Hal ini membuat warga mempertanyakan kualitas pelaksanaan di lapangan.
Dana APBN Rp12,9 Miliar Digunakan untuk Proyek
Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp12,9 miliar untuk proyek ini. Dana tersebut seharusnya memperkuat tanggul dan mengurangi risiko banjir di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Namun, warga menilai hasil pekerjaan belum mencerminkan nilai anggaran yang digunakan. Mereka berharap pelaksana bekerja lebih serius.
Warga Minta Pengawasan Lebih Ketat
Warga meminta pihak terkait turun langsung ke lokasi proyek. Mereka ingin pengawasan berjalan lebih ketat agar pekerjaan sesuai standar teknis.
Selain itu, warga juga meminta evaluasi terhadap pihak pelaksana jika ditemukan masalah di lapangan. Mereka berharap tidak ada kelalaian dalam proyek ini.
Harapan Perbaikan Kualitas Proyek
Jika proyek berjalan sesuai standar, tanggul Sungai Batang Merao dapat membantu mengurangi risiko banjir. Warga berharap fungsi itu benar-benar tercapai.
Namun demikian, mereka meminta perbaikan segera jika ditemukan kekurangan. Mereka ingin proyek ini memberikan manfaat jangka panjang.









