Kacamata AI Samsung dan Google Siap Rilis Musim Gugur 2026, Bisa Terjemahkan Percakapan Real-Time

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kacamata AI kolaborasi perdana Samsung dan Google. (Dok Samsung)

Kacamata AI kolaborasi perdana Samsung dan Google. (Dok Samsung)

JAKARTA, trendsberita.com – Samsung dan Google bersiap meluncurkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada musim gugur 2026. Perangkat tersebut menjadi salah satu produk teknologi yang paling banyak menarik perhatian setelah tampil dalam ajang Google I/O 2026.

Kedua perusahaan mengembangkan perangkat tersebut untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih praktis tanpa membuat pengguna terus melihat layar smartphone.

Samsung dan Google menggabungkan teknologi Android XR, asisten Gemini AI, serta desain premium dari merek kacamata ternama seperti Gentle Monster dan Warby Parker.

Langkah tersebut menunjukkan ambisi besar kedua perusahaan untuk memperluas penggunaan AI ke perangkat wearable yang digunakan sehari-hari.

Resmi Diperkenalkan di Google I/O 2026

Samsung dan Google pertama kali memperlihatkan desain resmi kacamata pintar tersebut dalam ajang Google I/O 2026.

Sebelumnya, Samsung sudah memberi petunjuk mengenai proyek tersebut sejak 2025. Namun Google I/O 2026 menjadi momen pertama ketika publik melihat desain perangkat secara langsung.

Kedua perusahaan menghadirkan dua model berbeda yang dikembangkan bersama Gentle Monster dan Warby Parker.

Samsung dan Google ingin membuat perangkat tersebut terlihat seperti kacamata biasa agar pengguna merasa lebih nyaman saat memakainya dalam aktivitas harian.

Gemini AI Jadi Otak Utama

Kacamata pintar tersebut menjalankan sistem operasi Android XR yang terintegrasi langsung dengan Gemini AI milik Google.

Pengguna dapat memberikan perintah suara untuk menjalankan berbagai fungsi tanpa harus menyentuh ponsel.

Baca Juga :  Bocoran Fitur Terbaru One UI 9 di Android 16: Samsung Mulai Uji Coba Sistem Baru di 2026

Gemini membantu pengguna mencari informasi, membaca notifikasi, memberikan petunjuk arah, hingga menjawab pertanyaan secara real-time.

Google menyebut konsep tersebut sebagai pengalaman AI hands-free yang membuat teknologi terasa lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Bisa Terjemahkan Percakapan Secara Langsung

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan menerjemahkan percakapan secara real-time.

Teknologi AI pada perangkat tersebut mampu mendengarkan percakapan dan memberikan hasil terjemahan langsung kepada pengguna.

Fitur itu membantu komunikasi lintas bahasa tanpa perlu membuka aplikasi penerjemah di smartphone.

Samsung dan Google menampilkan demonstrasi fitur tersebut selama Google I/O 2026 dan mendapat respons positif dari banyak pengunjung acara.

Terhubung dengan Ekosistem Galaxy

Samsung merancang perangkat tersebut sebagai pendamping smartphone dalam ekosistem Galaxy.

Pengguna dapat menerima notifikasi, mengakses navigasi, hingga menjalankan berbagai fungsi AI langsung melalui kacamata pintar.

Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu terus-menerus melihat layar ponsel saat berjalan atau bepergian.

Google dan Samsung menilai pendekatan itu dapat membuat interaksi teknologi menjadi lebih alami.

Android XR Jadi Fondasi Utama

Kacamata pintar tersebut menggunakan Android XR, sistem operasi extended reality hasil kolaborasi Google dan Samsung.

Google mengembangkan Android XR sebagai platform terbuka untuk berbagai perangkat masa depan seperti headset mixed reality dan smart glasses.

Sistem tersebut juga mendukung integrasi Gemini AI yang mampu memahami konteks lingkungan pengguna secara lebih cerdas.

Banyak pengamat teknologi menilai Android XR menjadi langkah penting Google setelah kegagalan Google Glass beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  Samsung Luncurkan Beta One UI 9 di Galaxy S26, Hadirkan Fitur AI dan Keamanan Lebih Canggih

Samsung dan Google Ingin Saingi Meta

Pasar smart glasses saat ini semakin kompetitif setelah Meta lebih dulu meraih perhatian melalui Ray-Ban Meta.

Perangkat tersebut berhasil menarik minat pengguna karena menggabungkan teknologi AI dengan desain kacamata yang tetap modis.

Karena itu, Samsung dan Google kini mencoba menghadirkan pendekatan serupa dengan fokus pada desain premium dan pengalaman AI yang lebih praktis.

Analis industri menilai strategi fashion-first menjadi faktor penting agar smart glasses bisa diterima masyarakat luas.

Masih Ada Tantangan Privasi

Meski menghadirkan teknologi canggih, sejumlah pengamat tetap mengingatkan soal isu privasi.

Kamera dan mikrofon yang terus aktif pada perangkat wearable sering memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data pengguna.

Google sebelumnya juga menghadapi kritik serupa saat meluncurkan Google Glass pada 2013.

Karena itu, Samsung dan Google perlu memastikan sistem keamanan dan transparansi penggunaan data berjalan dengan baik agar perangkat tersebut mendapat kepercayaan pengguna.

Peluncuran Dijadwalkan Musim Gugur 2026

Samsung dan Google menargetkan peluncuran resmi perangkat tersebut pada musim gugur 2026. Namun kedua perusahaan masih merahasiakan detail harga dan spesifikasi lengkapnya.

Meski begitu, banyak pengamat teknologi memperkirakan perangkat tersebut akan menjadi salah satu produk wearable paling penting pada 2026.

Kehadiran Gemini AI, Android XR, dan desain premium membuat kacamata pintar ini berpotensi membuka era baru penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional
Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI
Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta
Logitech Mobi Fold Resmi Meluncur, Mouse Lipat yang Dirancang untuk Kerja di Mana Saja
iOS 27 Hadir dengan AI Lebih Canggih, Fitur Terbaik Hanya Tersedia di iPhone 17 Pro
iPhone SOS Only Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Misi MAVEN Mars Berakhir, NASA Kehilangan Kontak Secara Misterius
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:08 WIB

Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:00 WIB

Logitech Mobi Fold Resmi Meluncur, Mouse Lipat yang Dirancang untuk Kerja di Mana Saja

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB