Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla

pesawat amfibi menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

http://Trendsberita.com– Kemampuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan pesawat amfibi menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, Thailand dan Malaysia menjadi dua negara ASEAN yang diketahui memiliki kemampuan aerial water-bombing atau pengeboman air dari udara untuk mendukung penanganan kebakaran.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand atau Royal Thai Air Force (RTAF) mengoperasikan pesawat Besler BT-67 yang digunakan untuk berbagai misi, termasuk penyemaian awan (cloud seeding) dan operasi pemadaman kebakaran. Sementara Malaysia mengandalkan pesawat amfibi multi-peran Bombardier CL-415MP.

Pesawat CL-415MP milik Malaysia memiliki kemampuan khusus karena tidak hanya mampu melakukan water scooping atau mengambil air langsung dari permukaan laut maupun danau, tetapi juga melakukan water bombing dengan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran. Selain itu, pesawat tersebut dilengkapi sistem pengawasan maritim sehingga dapat digunakan untuk patroli laut.

Sebelumnya, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pernah mengoperasikan dua unit CL-415MP untuk misi patroli maritim dan pemadaman kebakaran. Namun jumlah tersebut kini berkurang menjadi satu unit setelah pesawat M71-02 dipensiunkan.

Baca Juga :  Penyakit Jantung Ancam Gen Z di Malaysia, Ternyata Dipicu Kebiasaan Konsumsi Ini

Pesawat M71-02 pernah menjadi sorotan regional ketika dikerahkan membantu penanganan kebakaran hutan di Sumatera pada 2015. Dalam operasi selama 36 jam yang mencakup wilayah sekitar 157 kilometer persegi, pesawat tersebut dilaporkan mampu menjatuhkan sekitar satu juta liter air melalui 36 kali penerbangan.

Kemampuan CL-415MP Malaysia kembali menjadi perhatian setelah kebakaran lahan akibat pembukaan kawasan di Kalimantan semakin meluas. Pemerintah Indonesia akhirnya memberikan izin bagi bantuan dari luar negeri untuk mendukung penanganan bencana tersebut.

Namun, kemungkinan pengerahan CL-415MP milik Malaysia masih belum pasti karena pemerintah Indonesia disebut hanya memberikan persetujuan untuk operasi penyemaian awan. Untuk operasi udara lainnya, opsi yang mungkin digunakan adalah armada pesawat C-130H milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang juga memiliki pengalaman dalam operasi sejenis.

Baca Juga :  Nokia G42 5G Bisa Diperbaiki Sendiri dan Tahan 3 Hari

Meski memiliki kemampuan tinggi, pesawat amfibi seperti CL-415MP membutuhkan biaya perawatan yang besar dan cukup kompleks, terutama akibat aktivitas pengambilan air langsung dari permukaan (water scooping) yang dapat mempercepat keausan komponen.

Setelah memasuki tahun ke-17 masa operasional, satu-satunya CL-415MP Malaysia yang tersisa, M71-01, nantinya akan didukung dengan pengadaan pesawat patroli maritim sayap tetap baru untuk memperkuat kemampuan pengawasan laut negara tersebut.

Pesawat CL-415MP dikenal sebagai salah satu aset strategis dalam menghadapi bencana kebakaran karena mampu bergerak cepat, mengambil air tanpa harus kembali ke pangkalan, serta menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Video dokumentasi yang beredar berasal dari arsip kegiatan Armada Open Day Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) tahun 2022, yang memperlihatkan kemampuan pesawat amfibi tersebut dalam mendukung berbagai operasi udara dan maritim.*

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 7 kali dibaca
Kemampuan pesawat amfibi CL-415MP Malaysia dalam operasi water bombing karhutla menjadi sorotan setelah Indonesia membuka peluang bantuan menghadapi kebakaran hutan di Kalimantan.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB