Kerinci, trendsberita.com – Isu dugaan pungutan liar terkait sertifikasi guru di SMPN 5 Kerinci memicu perhatian masyarakat. Informasi yang beredar menyebut adanya permintaan dana dari guru penerima tunjangan sertifikasi.
Publik langsung menyoroti kabar tersebut karena dana sertifikasi merupakan hak guru dari pemerintah. Banyak pihak meminta kejelasan agar isu ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
Kepala sekolah langsung memberikan klarifikasi
Kepala SMPN 5 Kerinci segera menanggapi isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak pernah melakukan pungutan terhadap dana sertifikasi guru.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menarik biaya apa pun dari guru penerima tunjangan profesi.
Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sekolah jelaskan fungsi dokumen yang beredar
Pihak sekolah menjelaskan bahwa dokumen yang muncul di masyarakat hanya berkaitan dengan administrasi internal. Sekolah menggunakan dokumen tersebut untuk mencatat data guru secara rutin.
Tim administrasi sekolah mencatat jam mengajar, beban kerja, dan penugasan guru setiap periode. Data itu kemudian sekolah gunakan untuk pelaporan ke dinas pendidikan.
Sekolah juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan administrasi pendidikan.
Guru tetap menerima tunjangan tanpa potongan
Kepala sekolah memastikan seluruh guru sertifikasi menerima tunjangan secara penuh. Ia menegaskan tidak ada pihak sekolah yang mengurangi atau menahan dana tersebut.
Sistem penyaluran tunjangan guru berjalan langsung melalui mekanisme pemerintah pusat. Rekening guru menerima dana tanpa campur tangan sekolah dalam bentuk potongan.
Dinas dan inspektorat ikut soroti isu
Dinas pendidikan dan inspektorat daerah ikut memperhatikan isu yang berkembang di masyarakat. Kedua pihak meminta semua pihak menjaga ketertiban informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Inspektorat juga meminta masyarakat melapor jika menemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Lembaga itu siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.
Masyarakat minta keterbukaan informasi
Warga meminta sekolah memberikan penjelasan terbuka terkait isu tersebut. Mereka ingin informasi yang jelas agar tidak muncul spekulasi yang lebih luas.
Sebagian masyarakat menilai komunikasi antara sekolah dan publik perlu berjalan lebih aktif. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap dunia pendidikan.
Pengamat dorong komunikasi yang lebih terbuka
Pengamat pendidikan menilai kasus seperti ini muncul karena komunikasi publik yang kurang kuat. Ia menilai sekolah perlu menjelaskan setiap kebijakan administratif dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar isu serupa tidak terus berulang di kemudian hari.








