Demo Massa di Kaltim Ricuh, Gubernur Rudy Mas’ud Buka Suara Usai Tak Temui Pengunjuk Rasa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan kantor Gubernur Kaltim pasca-Aksi 21 April. (Riani Rahayu/detikKalimantan)

Penampakan kantor Gubernur Kaltim pasca-Aksi 21 April. (Riani Rahayu/detikKalimantan)

trendsberita.com – Ribuan massa menggelar aksi demonstrasi di Kalimantan Timur pada 21 April 2026. Mereka datang dari berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil. Sejak pagi, massa sudah berkumpul di sekitar gedung DPRD Kaltim.

Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Setelah itu, massa bergerak menuju kantor Gubernur Kalimantan Timur untuk melanjutkan aksi dan menyampaikan tuntutan secara langsung.

Massa Sampaikan Tiga Tuntutan Utama

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tiga tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan audit kebijakan, meningkatkan transparansi anggaran, dan memperkuat fungsi pengawasan DPRD Kaltim.

Selain itu, mereka juga menyoroti sejumlah kebijakan yang mereka anggap tidak berjalan secara transparan. Massa menyampaikan seluruh tuntutan melalui orasi secara bergantian di depan gedung DPRD.

Setelah itu, mereka melanjutkan aksi dengan melakukan long march menuju kantor Gubernur Kaltim.

Ketegangan Meningkat di Lokasi Aksi

Ketika massa tiba di kantor Gubernur Kaltim, situasi mulai memanas. Aparat keamanan langsung bersiaga di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban.

Namun, ketegangan meningkat ketika massa tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Rudy Mas’ud. Mereka kemudian menyuarakan kekecewaan secara terbuka di lokasi aksi.

Aparat kepolisian segera mengambil langkah pengamanan untuk menjaga situasi tetap terkendali. Mereka mengatur pergerakan massa agar tidak melewati batas area aksi.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Tanggapi Isu Ijazah Jokowi dan Kasus Penistaan Agama, Ini Sikapnya

Gubernur Rudy Mas’ud Akhirnya Tanggapi Aksi

Setelah aksi berlangsung, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan tanggapan melalui video resmi pemerintah daerah. Ia berbicara langsung kepada publik melalui media sosial.

Dalam pernyataannya, Rudy Mas’ud mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia juga mengapresiasi sikap tertib sebagian besar peserta aksi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Rudy dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menerima kritik dan menjadikannya bahan evaluasi kebijakan.

Pemerintah Terima Kritik dari Masyarakat

Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik. Ia justru mendorong masyarakat untuk terus menyampaikan pendapat secara konstruktif.

Menurutnya, partisipasi publik sangat penting dalam proses pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Ia juga meminta semua pihak menjaga komunikasi agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan ketegangan di lapangan.

Aksi Berawal dari Tuntutan Evaluasi Kebijakan

Aksi demonstrasi ini muncul karena massa menilai sejumlah kebijakan pemerintah daerah perlu evaluasi. Mereka menyampaikan keresahan terkait transparansi dan penggunaan anggaran daerah.

Baca Juga :  Partai Ummat Sesalkan Pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy: Disebut “Offside”

Sejak awal, aksi berjalan damai saat berlangsung di depan DPRD Kaltim. Namun, situasi berubah ketika massa bergerak ke kantor Gubernur dan tidak mendapatkan pertemuan langsung dengan kepala daerah.

Kondisi itu kemudian memicu kekecewaan di lapangan.

Aparat Jaga Keamanan di Lokasi Aksi

Aparat kepolisian dan TNI langsung mengamankan lokasi aksi sejak pagi. Ribuan personel disiagakan di sekitar gedung DPRD dan kantor Gubernur Kaltim.

Ketika situasi mulai memanas, aparat segera mengatur massa untuk mencegah bentrokan. Mereka juga mengarahkan peserta aksi agar tetap berada di area yang telah ditentukan.

Langkah pengamanan tersebut membantu menjaga situasi tetap terkendali hingga aksi selesai.

Penutup: Ruang Demokrasi dan Tantangan Komunikasi

Aksi di Kalimantan Timur ini menunjukkan dinamika hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. Massa menyampaikan aspirasi secara langsung, sementara pemerintah merespons melalui pernyataan resmi.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat. Ia berharap komunikasi ke depan dapat berjalan lebih baik agar aspirasi tidak menimbulkan ketegangan di lapangan.

Dengan demikian, peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Ummat Sesalkan Pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy: Disebut “Offside”
Isu Nasdem Gerindra Melebur Pamekasan: Kader Kecewa
Ucapan Selamat Ulang Tahun Prabowo ke Titiek
Membaca Ulang Keberagaman Indonesia dalam Buku “Ahok: Koboi Jakarta Baru”
Iran Klaim Menang Perang, Sebut AS Terima Rencana 10 Poin
Anggota DPR & DPD Deklarasi Kaukus Perdamaian Dunia, Serukan Perang Berhenti!
MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara, Begini Respons KPK
Ahli LKPP Ungkap Pemerintah Bisa Negosiasi Langsung ke Produsen dalam Pengadaan Chromebook
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:00 WIB

Partai Ummat Sesalkan Pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy: Disebut “Offside”

Rabu, 22 April 2026 - 14:30 WIB

Demo Massa di Kaltim Ricuh, Gubernur Rudy Mas’ud Buka Suara Usai Tak Temui Pengunjuk Rasa

Rabu, 15 April 2026 - 20:00 WIB

Isu Nasdem Gerindra Melebur Pamekasan: Kader Kecewa

Rabu, 15 April 2026 - 19:30 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun Prabowo ke Titiek

Selasa, 14 April 2026 - 16:30 WIB

Membaca Ulang Keberagaman Indonesia dalam Buku “Ahok: Koboi Jakarta Baru”

Berita Terbaru