Fakta Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi yang Sebabkan Korban Luka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Garis polisi terpasang di lokasi kebakaran SPBE Cimuning, Kota Bekasi. (Antara Foto/Paramayuda)

Foto: Garis polisi terpasang di lokasi kebakaran SPBE Cimuning, Kota Bekasi. (Antara Foto/Paramayuda)

Trendsberita – Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat, dan menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026, dan langsung menjadi perhatian karena disertai ledakan serta merembet ke permukiman.

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengendalikan situasi. Api baru berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari setelah proses pemadaman berlangsung sekitar enam jam.

Kebakaran ini tidak hanya terjadi di area SPBE, tetapi juga menjalar ke rumah warga di sekitarnya. Sedikitnya belasan rumah, kios, hingga fasilitas umum terdampak akibat kobaran api. Selain itu, sejumlah kendaraan dan aset di lokasi juga mengalami kerusakan.

Baca Juga :  12 Orang Luka Bakar Serius Akibat Kebakaran Gudang Elpiji di Bekasi

Data sementara mencatat sebanyak 17 orang mengalami luka, termasuk anak-anak. Beberapa korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada kebocoran gas di area pengisian. Kondisi tersebut diduga memicu ledakan yang memperbesar api. Selain itu, ada indikasi korsleting listrik yang menjadi pemicu awal sebelum terjadinya kebakaran besar.

Baca Juga :  Aturan Baru Toko Online Segera Terbit, Marketplace Dilarang Naikkan Biaya Sepihak

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Tim laboratorium forensik turut dilibatkan guna mengungkap sumber api dan memastikan tidak ada faktor lain yang terlibat.

Kondisi di lokasi kebakaran kini telah dipasangi garis polisi. Sejumlah bangunan terlihat hangus, dan bau sisa kebakaran masih tercium di area sekitar. Proses pendinginan dan pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku
Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG
Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8
MBG dan Kopdes Dianggap Bebani APBN, Ini Respons Menkeu Purbaya
Rupiah Tembus Rp19.000? Analis Ungkap Skenario Pelemahan Mata Uang RI
Ekspor Satu Pintu BUMN Resmi Berlaku, Harga Sawit dan Batu Bara Akan Diatur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:00 WIB

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB