Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Trendsberita.com – Iran kembali menyerang Israel dengan rudal balistik. Serangan tersebut menghantam Pangkalan Udara Ramat David yang berada di wilayah utara Israel. Militer Israel mengakui adanya kerusakan di area pangkalan setelah serangan berlangsung.

Insiden ini menambah ketegangan antara Iran dan Israel yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kedua negara saling melancarkan serangan sebagai bagian dari konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

Militer Israel memastikan operasional pangkalan tetap berjalan meskipun serangan rudal sempat mengenai area di dalam kompleks militer tersebut.

Militer Israel Konfirmasi Kerusakan

 Israel mengonfirmasi adanya dampak serangan di Pangkalan Udara Ramat David. Rudal Iran atau pecahan rudal mengenai salah satu area di dalam kompleks pangkalan.

Seorang pejabat militer Israel menjelaskan bahwa serangan tidak mengenai fasilitas utama yang mendukung operasi militer.

“Ada dampak serangan di pangkalan, tetapi tidak mengenai area yang kritis,” ujar pejabat militer Israel kepada AFP.

Militer Israel juga memastikan seluruh personel selamat. Serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Petugas kini terus memeriksa lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi.

Iran Meluncurkan Puluhan Rudal

Militer Israel menyebut Iran menembakkan hampir 30 rudal ke berbagai wilayah negara tersebut.

Sistem pertahanan udara Israel langsung merespons serangan tersebut. Sirene peringatan berbunyi di sejumlah kota ketika rudal mulai memasuki wilayah udara Israel.

Petugas pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar rudal yang datang. Namun beberapa proyektil tetap berhasil mencapai wilayah sasaran.

Baca Juga :  Ancaman “Zaman Batu” Trump Dibalas Iran, Ketegangan Makin Memanas

Serangan itu menjadi salah satu aksi militer terbesar yang dilakukan Iran terhadap Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Citra Satelit Tunjukkan Dampak Serangan

Sejumlah perusahaan pengamatan satelit mulai menganalisis kondisi pangkalan udara setelah serangan terjadi.

Hasil pengamatan menunjukkan kerusakan pada salah satu area hanggar di kompleks Pangkalan Udara Ramat David.

Temuan tersebut menunjukkan beberapa rudal Iran mampu melewati sistem pertahanan udara Israel.

Meski demikian, otoritas Israel belum merilis rincian resmi mengenai tingkat kerusakan yang sebenarnya.

Militer masih mengumpulkan data sebelum menyampaikan laporan lengkap kepada publik.

Iran Klaim Menargetkan Fasilitas Militer

Pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut menargetkan fasilitas militer strategis milik Israel.

Teheran menganggap operasi itu sebagai respons terhadap berbagai serangan yang sebelumnya dilakukan Israel terhadap target yang berkaitan dengan Iran dan kelompok sekutunya di kawasan.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka akan terus merespons apabila Israel kembali melakukan serangan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara masih berada pada titik yang sangat tegang.

Konflik Kembali Memanas

Konflik Iran dan Israel kembali meningkat setelah beberapa bulan sebelumnya sempat mereda.

Iran meluncurkan serangan rudal setelah Israel melakukan operasi militer terhadap target yang terkait dengan kelompok sekutu Teheran di kawasan Timur Tengah.

Serangan itu memicu kekhawatiran baru. Banyak negara khawatir konflik akan meluas ke kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain terus mendorong kedua pihak agar mengutamakan jalur diplomasi.

Baca Juga :  Inggris Pimpin Rapat 40 Negara untuk Atasi Krisis Selat Hormuz

Mereka berharap Iran dan Israel tidak mengambil langkah yang dapat memperbesar konflik.

Jalur Energi Dunia Ikut Terancam

Konflik Iran dan Israel juga mengganggu stabilitas kawasan.

Ketegangan tersebut berpotensi memengaruhi jalur perdagangan energi internasional yang berada di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Wilayah tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak dunia. Karena itu, setiap eskalasi konflik dapat memengaruhi harga energi global.

Investor dan pelaku pasar kini memantau perkembangan situasi dengan cermat.

Mereka khawatir konflik yang semakin luas dapat mengganggu pasokan energi internasional.

Israel Masih Menyelidiki Penyebab Kerusakan

Militer Israel terus melakukan investigasi terkait insiden tersebut.

Petugas ingin memastikan apakah rudal Iran menghantam pangkalan secara langsung atau hanya pecahan rudal yang jatuh setelah proses pencegatan.

Tim investigasi juga mengevaluasi efektivitas sistem pertahanan udara yang digunakan selama serangan berlangsung.

Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pertahanan Israel pada masa mendatang.

Dunia Minta Kedua Negara Menahan Diri

Komunitas internasional terus mengawasi perkembangan situasi.

Banyak negara meminta Iran dan Israel menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih besar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomatik. Organisasi tersebut mengingatkan bahwa konflik yang semakin luas dapat mengancam stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Para pengamat menilai langkah diplomasi menjadi satu-satunya cara untuk mencegah eskalasi yang lebih berbahaya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam
Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik
Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
Kapan Waktu Terbaik Upload Berita Online? Ini Pola Publikasi yang Efektif untuk Meningkatkan Traffic
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:33 WIB

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB