China Tunjuk AS soal Penutupan Selat Hormuz, Ketegangan Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kondisi Selat Hormuz dijaga oleh pasukan Iran. (BBC World)

Ilustrasi kondisi Selat Hormuz dijaga oleh pasukan Iran. (BBC World)

Trendsberita – Pemerintah China menyoroti peran Amerika Serikat dalam krisis Selat Hormuz yang semakin memanas. Beijing secara tegas menyebut tindakan militer AS sebagai salah satu penyebab utama terganggunya jalur pelayaran strategis tersebut.

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, China menilai operasi militer Amerika Serikat bersama sekutunya telah memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah. China menegaskan bahwa langkah tersebut memicu eskalasi konflik yang berdampak langsung pada keamanan jalur energi global.

Selain itu, China juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan dunia. Jalur ini diketahui menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas global, sehingga gangguan di wilayah tersebut berdampak luas terhadap ekonomi internasional.

Baca Juga :  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Beijing mendesak semua pihak, termasuk Amerika Serikat dan Iran, untuk menahan diri dan segera melakukan deeskalasi. China juga mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga.

Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya memicu respons keras dari berbagai pihak. Trump menilai negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz harus ikut bertanggung jawab menjaga jalur tersebut, sehingga memunculkan perdebatan di tingkat global.

Baca Juga :  Trump Murka ke Netanyahu, Serangan Israel di Lebanon Picu Ketegangan Baru

Krisis Selat Hormuz sendiri terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat. Situasi ini menyebabkan terganggunya arus kapal serta lonjakan harga energi dunia.

China, sebagai salah satu importir energi terbesar, memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut. Oleh karena itu, Beijing terus mendorong upaya damai agar krisis tidak semakin meluas dan berdampak pada ekonomi global.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan
Medan Magnet Eksoplanet Diukur Lewat Kecepatan Angin, Hasilnya Bikin Ilmuwan Terkejut
Raksasa Nikel China Mulai Lirik Afrika, Investasi di Indonesia Terancam Melambat
Trump Sebut Akhir Pekan Ini Jadi Penentu Hasil Pembicaraan AS-Iran
Trump Murka ke Netanyahu, Serangan Israel di Lebanon Picu Ketegangan Baru
Iran Peringatkan AS, Sebut Pertempuran Saat Ini Bisa Picu Babak Perang Baru
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan
Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:00 WIB

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Medan Magnet Eksoplanet Diukur Lewat Kecepatan Angin, Hasilnya Bikin Ilmuwan Terkejut

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

Raksasa Nikel China Mulai Lirik Afrika, Investasi di Indonesia Terancam Melambat

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

Trump Sebut Akhir Pekan Ini Jadi Penentu Hasil Pembicaraan AS-Iran

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka ke Netanyahu, Serangan Israel di Lebanon Picu Ketegangan Baru

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB