Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Firda/detikcom)

(Foto: Firda/detikcom)

Jakarta, Trendsberita.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama dua wakilnya, Trenggono dan Agustina Arumsari, di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Setelah pelantikan, Nanik langsung memaparkan sejumlah prioritas yang akan menjadi fokus BGN ke depan.

Nanik menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu agenda utama. Namun, ia memastikan langkah tersebut tidak akan mengurangi target pemenuhan gizi bagi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, BGN akan mengevaluasi penerima manfaat MBG, meningkatkan kualitas dapur yang sudah beroperasi, serta memperkuat layanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

Nanik menilai BGN perlu mengelola anggaran secara lebih efektif agar program tetap berjalan optimal tanpa membebani keuangan negara.

Karena itu, BGN akan menata kembali berbagai pengeluaran operasional sambil menjaga kualitas layanan kepada penerima manfaat. Nanik juga menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG.

Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tepat justru dapat memperkuat efektivitas program dan memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

BGN Hentikan Sementara Pembukaan Dapur Baru

Salah satu langkah efisiensi yang akan dijalankan adalah moratorium atau penghentian sementara pembukaan dapur baru MBG.

Baca Juga :  Besok Puasa Tarwiyah 2026: Niat, Keutamaan, dan Amalan Lengkap Menjelang Iduladha

Nanik menjelaskan bahwa BGN saat ini memiliki sekitar 27.877 titik dapur operasional. Karena itu, lembaganya akan lebih dulu menata dan mengevaluasi dapur yang sudah ada sebelum menambah fasilitas baru.

Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh dapur dapat beroperasi sesuai standar dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada penerima manfaat.

Penerima MBG Akan Dievaluasi

Selain menata dapur, BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Nanik menilai bantuan gizi sebaiknya lebih banyak menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah. Karena itu, BGN akan melakukan penataan ulang penerima manfaat agar program berjalan lebih tepat sasaran.

Ia mencontohkan bahwa sekolah dengan kondisi ekonomi yang baik kemungkinan tidak menjadi prioritas utama dalam program tersebut. Sebaliknya, BGN akan lebih memfokuskan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan gizi tambahan.

Daerah 3T Jadi Perhatian Khusus

BGN juga akan memperkuat layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Nanik menugaskan Trenggono untuk membantu mengembangkan layanan dapur gizi di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Selain itu, BGN akan menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak agar pengembangan layanan di wilayah 3T tidak terlalu membebani APBN.

Baca Juga :  Prabowo Sebut Produk RI Mendunia, Indomie Jadi Buruan Warga Eropa

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional.

BGN Tingkatkan Kualitas Dapur MBG

Selain fokus pada efisiensi, BGN juga ingin meningkatkan kualitas dapur yang sudah beroperasi.

Nanik mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi langsung ke lapangan untuk memastikan setiap dapur menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Setelah itu, BGN akan mengelompokkan dapur berdasarkan kapasitas dan kualitas layanan masing-masing.

Karena itu, BGN tidak hanya mengejar jumlah dapur yang banyak, tetapi juga memastikan setiap dapur mampu memberikan layanan yang berkualitas.

Fokus pada Kualitas Program

Nanik menegaskan bahwa BGN akan memprioritaskan kualitas program sepanjang 2026.

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas layanan, ketepatan sasaran, serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

Karena itu, BGN akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program berjalan lebih efisien dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam
Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik
Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Angin Puting Beliung Terjang Kerinci
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:33 WIB

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB