Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: detikcom/Mindra Purnomo

Foto: detikcom/Mindra Purnomo

Jakarta, Trendsberita.com – Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengalami rentetan gempa bumi pada Senin (8/6/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan gempa terjadi dalam waktu berdekatan dengan magnitudo yang bervariasi. Gempa terbesar mencapai magnitudo 6,8.

BMKG melaporkan gempa terbesar terjadi pada pukul 18.22 WIB. Episenter gempa berada sekitar 241 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat rentetan gempa tersebut. Namun, BMKG terus memantau aktivitas seismik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Gempa Terbesar Capai Magnitudo 6,8

BMKG mencatat gempa magnitudo 6,8 sebagai guncangan terbesar dalam rangkaian aktivitas seismik di Kepulauan Sangihe.

Gempa tersebut terjadi pada koordinat 5,76 Lintang Utara dan 125,15 Bujur Timur. Lokasinya berada di laut sehingga masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Utara turut merasakan getarannya.

Baca Juga :  Gempa Hari Ini Guncang Garut, BMKG Catat Magnitudo 2,8

Selain gempa utama, BMKG juga mendeteksi banyak gempa susulan dengan kekuatan yang berbeda-beda sepanjang malam.

Puluhan Gempa Susulan Terus Terjadi

Setelah gempa utama terjadi, aktivitas gempa susulan terus berlangsung di sekitar lokasi yang sama.

BMKG mencatat sejumlah gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 mengguncang wilayah barat laut Tahuna pada hari yang sama. Beberapa gempa susulan bahkan mencapai magnitudo 6,0 dan 5,8.

Informasi terakhir yang dihimpun BMKG menunjukkan gempa magnitudo 4,4 masih terjadi menjelang tengah malam pada pukul 23.59 WIB.

BMKG Terus Pantau Aktivitas Seismik

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa di kawasan Kepulauan Sangihe.

Wilayah tersebut memang berada di kawasan yang aktif secara tektonik karena dekat dengan pertemuan beberapa lempeng bumi. Kondisi ini membuat aktivitas gempa relatif sering terjadi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Karena itu, BMKG terus memperbarui informasi dan mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan terbaru dari sumber resmi.

Baca Juga :  Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, DPD Usul Ubah Undang-Undang

Warga Diminta Tetap Waspada

Meski belum ada laporan dampak besar akibat gempa susulan tersebut, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

BMKG mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah keselamatan saat gempa terjadi.

Warga yang berada di kawasan rawan juga disarankan mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan setempat.

Riwayat Gempa Kuat di Wilayah Sangihe

Sebelumnya, wilayah Kepulauan Sangihe juga merasakan dampak gempa kuat magnitudo 7,7 yang terjadi di sekitar Laut Sulawesi dan Filipina Selatan pada Senin pagi. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya BMKG mengakhiri peringatan tersebut.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kawasan Sangihe merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi di Indonesia bagian timur.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku
Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG
MBG dan Kopdes Dianggap Bebani APBN, Ini Respons Menkeu Purbaya
Rupiah Tembus Rp19.000? Analis Ungkap Skenario Pelemahan Mata Uang RI
Ekspor Satu Pintu BUMN Resmi Berlaku, Harga Sawit dan Batu Bara Akan Diatur
Defisit APBN Mei 2026 Capai Rp180,4 Triliun, Naik 76,32 Persen Secara Tahunan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:00 WIB

Ramalan Terbaru Purbaya Soal Rupiah, Diprediksi Menguat Mulai Juli 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Kelas Menengah Dinilai Paling Terbebani

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA, Kontrak Lama Tetap Berlaku

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Resmi Dilantik, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran dan Evaluasi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Puluhan Gempa Guncang Kepulauan Sangihe, Terbesar M 6,8

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB