Kenaikan BBM Non Subsidi Sesuai Mekanisme Pasar, Ini Penjelasan Menteri ESDM

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga BBM Pertamina 18 April 2026. Foto: Dina Rayanti / detikOto

Harga BBM Pertamina 18 April 2026. Foto: Dina Rayanti / detikOto

trendsberita.com – Kenaikan BBM non subsidi kembali menarik perhatian masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa harga BBM jenis ini bergerak mengikuti mekanisme pasar. Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan harga secara langsung untuk BBM non subsidi.

ESDM Jelaskan Mekanisme Penentuan Harga

Pemerintah hanya mengatur BBM subsidi agar tetap terjangkau masyarakat. Sementara itu, badan usaha energi menetapkan harga BBM non subsidi berdasarkan kondisi pasar global.

Harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah menjadi dua faktor utama yang memengaruhi perubahan harga. Oleh karena itu, ketika harga minyak naik di pasar internasional, harga BBM non subsidi di dalam negeri juga ikut menyesuaikan.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Pertamax 92 Berpotensi Dorong Warga Beralih ke Pertalite, Ini Dampaknya

Selain itu, Kementerian ESDM terus memantau perkembangan harga agar tetap sesuai aturan. Pemerintah juga memastikan sistem penetapan harga berjalan transparan dan mengikuti regulasi yang berlaku.

Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM non subsidi berdampak langsung pada sebagian pengguna kendaraan, terutama yang menggunakan bahan bakar non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Namun demikian, pemerintah menilai mekanisme pasar tetap penting untuk menjaga keberlanjutan industri energi. Selain itu, sistem ini juga membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan kondisi ekonomi global.

Baca Juga :  Mulai Juni 2026, Tujuh Komoditas Vital Terancam Langka

Di sisi lain, masyarakat masih memiliki pilihan jenis BBM sesuai kemampuan masing-masing. Dengan demikian, dampak kenaikan harga tidak sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pengguna kendaraan.

Kesimpulan

Kenaikan BBM non subsidi mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi global. ESDM menegaskan bahwa pemerintah hanya mengatur BBM subsidi, sementara harga BBM non subsidi bergerak sesuai dinamika ekonomi dunia.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa perubahan harga terjadi sebagai bagian dari sistem pasar energi. Selain itu, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas energi agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada ekonomi nasional.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB