Kenaikan Harga Pertamax 92 Berpotensi Dorong Warga Beralih ke Pertalite, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pertamax Turbo (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Foto: Ilustrasi Pertamax Turbo (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

trendsberita.com – Kenaikan harga Pertamax 92 kembali menarik perhatian publik di Indonesia. Masyarakat mulai mempertanyakan dampaknya terhadap biaya hidup sehari-hari, terutama pengguna kendaraan pribadi.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan minyak dunia. Kondisi global yang tidak stabil membuat harga energi terus mengalami tekanan.

Meski begitu, banyak masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran mereka setelah isu kenaikan harga Pertamax 92 kembali menguat.

Harga Minyak Dunia Tekan BBM Nonsubsidi

Harga minyak dunia mendorong perubahan harga BBM di dalam negeri. Ketika harga minyak naik di pasar internasional, badan usaha energi menyesuaikan harga jual di dalam negeri.

Direktur kebijakan publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, menjelaskan bahwa kondisi ini menuntut penyesuaian agar tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.

Ia menilai pemerintah harus menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite Mulai Terlihat

Kenaikan harga Pertamax 92 membuat sebagian masyarakat mulai mencari alternatif yang lebih murah. Banyak pengguna kendaraan pribadi kini mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite.

Pengamat ekonomi menilai pergeseran ini cukup wajar karena masyarakat selalu mencari cara untuk menekan biaya transportasi.

Namun, perubahan pola konsumsi ini juga membawa konsekuensi terhadap sistem distribusi BBM nasional.

Dampak Langsung ke Pengeluaran Masyarakat

Kenaikan harga BBM selalu berdampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat. Pengemudi ojek online, pekerja lapangan, hingga pelaku usaha kecil menjadi kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya.

Biaya operasional kendaraan naik, sehingga banyak pelaku usaha menyesuaikan tarif layanan mereka.

Jika kondisi ini terus berlangsung, masyarakat berpotensi mengalami tekanan biaya hidup yang lebih tinggi.

Efek Berantai ke Harga Barang dan Inflasi

Kenaikan BBM tidak hanya memengaruhi sektor transportasi. Biaya distribusi barang juga ikut naik, sehingga harga kebutuhan pokok di pasar berpotensi meningkat.

Baca Juga :  Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Pastikan APBN dan BBM Subsidi Tetap Aman

Pelaku usaha biasanya menyesuaikan harga produk untuk menutup biaya logistik yang lebih mahal.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat memberikan tekanan terhadap inflasi nasional.

Pertalite Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Ketika harga Pertamax 92 naik, masyarakat cenderung memilih Pertalite sebagai alternatif. Harga yang lebih terjangkau membuat BBM subsidi ini tetap menjadi pilihan utama.

Namun, peningkatan konsumsi Pertalite dapat menimbulkan tantangan baru bagi pemerintah, terutama dalam menjaga distribusi subsidi agar tetap tepat sasaran.

Pemerintah Perlu Menjaga Keseimbangan Kebijakan

Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat. Kebijakan BBM tidak hanya menyentuh aspek fiskal, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.

Selain itu, komunikasi publik juga perlu diperkuat agar masyarakat memahami alasan di balik penyesuaian harga BBM.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB