Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Pastikan APBN dan BBM Subsidi Tetap Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026)(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026)(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

JAKARTA,trendsberita.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat dan program subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih berjalan normal.

Ketidakpastian ekonomi global, tingginya suku bunga AS, dan meningkatnya tensi geopolitik menekan pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut juga mendorong penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, kondisi APBN saat ini masih kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tekanan dari pasar global.

“APBN kita masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan ekonomi global,” ujar Purbaya.

Pemerintah Yakin APBN Tetap Kuat

Purbaya menjelaskan pemerintah telah memperhitungkan berbagai risiko ekonomi global saat menyusun APBN.

Karena itu, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini belum memberikan dampak besar terhadap kondisi fiskal nasional.

Ia menilai pemerintah memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi gejolak pasar keuangan internasional.

Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar dan berbagai indikator ekonomi untuk mengantisipasi risiko yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Pemerintah juga menjaga koordinasi dengan berbagai lembaga terkait guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Faktor Global Masih Menekan Rupiah

Sejumlah analis menilai faktor eksternal lebih banyak menekan rupiah dibanding kondisi ekonomi dalam negeri.

Baca Juga :  Pasar Dibayangi Kabar Genting dari AS, Data Cadev dan Revisi RBB Bank Jadi Sorotan

Bank sentral Amerika Serikat masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi. Kebijakan tersebut menarik arus modal global ke aset berbasis dolar AS.

Kondisi tersebut mendorong investor global menempatkan lebih banyak dana pada instrumen keuangan berbasis dolar.

Akibatnya, permintaan dolar meningkat dan memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik di beberapa kawasan dunia juga membuat investor mencari aset yang dianggap lebih aman.

Analis memperkirakan faktor-faktor tersebut masih akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

ESDM Pastikan Subsidi BBM Tetap Aman

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pelemahan rupiah belum mengganggu program subsidi energi.

Pemerintah tetap menyalurkan subsidi BBM sesuai kebijakan yang berlaku.

Pejabat ESDM menjelaskan pemerintah masih mampu menjaga keseimbangan anggaran energi meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun penyaluran BBM bersubsidi.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan pergerakan kurs rupiah agar subsidi energi tetap terjaga.

Harga Minyak Dunia Ikut Menentukan

Selain nilai tukar rupiah, harga minyak mentah dunia juga memengaruhi besarnya anggaran subsidi energi.

Jika harga minyak naik dalam waktu lama, kebutuhan subsidi energi berpotensi meningkat.

Namun pemerintah menilai kondisi saat ini masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan.

Karena itu, pemerintah belum melihat kebutuhan untuk mengubah kebijakan subsidi BBM secara signifikan.

Baca Juga :  BI: Sektor Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Pemerintah Terus Jaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai lembaga terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi agar tekanan global tidak memberi dampak besar terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik dibanding sejumlah negara berkembang lainnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan konsumsi masyarakat yang kuat menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Investor Diminta Tidak Panik

Pemerintah meminta investor dan pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

Dinamika ekonomi global sering memicu fluktuasi nilai tukar mata uang, termasuk rupiah.

Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan kurs harian.

Sejumlah ekonom juga menilai pemerintah dan otoritas moneter masih mampu mengelola tekanan terhadap rupiah dengan baik.

Daya Beli Masyarakat Tetap Jadi Prioritas

Pemerintah masih mengandalkan program bantuan sosial, subsidi energi, dan berbagai kebijakan perlindungan ekonomi untuk menghadapi tekanan global.

Langkah tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah terus menjalankan berbagai program perlindungan sosial agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB