SUNGAI PENUH, trendsberita.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menerapkan biaya kebersihan sebesar Rp45 ribu per bulan kepada pedagang. Kebijakan tersebut langsung menarik perhatian karena pelaku usaha berharap pemerintah juga meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah.
Sejumlah pedagang menilai nominal tersebut masih cukup wajar selama pemerintah mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan pengangkutan sampah secara rutin.
Mereka juga berharap petugas bekerja lebih konsisten agar area perdagangan tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Pedagang Soroti Layanan Pengangkutan Sampah
Para pedagang meminta pemerintah memperbaiki pelayanan kebersihan seiring penerapan retribusi baru.
Menurut mereka, petugas masih perlu meningkatkan frekuensi pengangkutan agar sampah tidak menumpuk di sekitar lokasi usaha.
Selain itu, pedagang berharap petugas menjalankan jadwal secara lebih teratur sehingga aktivitas perdagangan tidak terganggu.
Mereka menilai pelayanan yang baik akan memberi dampak langsung terhadap kenyamanan konsumen.
Retribusi Diharapkan Perbaiki Pengelolaan Sampah
Pemerintah daerah menerapkan biaya kebersihan untuk memperkuat pengelolaan sampah dan mendukung operasional layanan di lapangan.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin menjaga kebersihan kawasan perdagangan dan meningkatkan kualitas pelayanan secara bertahap.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah menggunakan hasil retribusi untuk memperbaiki layanan secara nyata.
Karena itu, efektivitas pelaksanaan kebijakan menjadi perhatian utama para pedagang.
Lingkungan Bersih Dukung Aktivitas Ekonomi
Kondisi lingkungan yang bersih ikut menentukan kenyamanan masyarakat saat berbelanja.
Area perdagangan yang tertata dapat membantu pedagang menarik lebih banyak pengunjung.
Sebaliknya, penumpukan sampah berpotensi menurunkan kenyamanan dan menghambat aktivitas ekonomi.
Karena itu, banyak pedagang menganggap pengangkutan sampah sebagai layanan yang harus berjalan secara konsisten.
Pedagang Sampaikan Harapan ke Pemerintah
Para pedagang meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penarikan biaya kebersihan.
Mereka juga berharap pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan melalui jadwal angkut yang lebih jelas dan respons yang lebih cepat saat terjadi penumpukan.
Selain itu, pedagang ingin melihat hasil nyata dari kebijakan yang mulai diterapkan.
Dengan pelayanan yang lebih baik, mereka menilai biaya kebersihan akan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan masyarakat.









