Puluhan Desa di Kerinci Masih Terisolasi Jaringan Telekomunikasi, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Daerah Blank Spot di Kabupaten Kerinci (Foto: RRI Sungai Penuh)

Ilustrasi - Daerah Blank Spot di Kabupaten Kerinci (Foto: RRI Sungai Penuh)

KERINCI, trendsberita.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses komunikasi. Hingga saat ini, sekitar 20 desa di wilayah tersebut belum menikmati layanan jaringan telekomunikasi secara optimal dan masih masuk kategori blank spot.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses komunikasi kini berperan penting untuk pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari. Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur telekomunikasi perlu berjalan lebih cepat agar seluruh wilayah memperoleh layanan yang setara.

Sekitar 20 Desa Masih Mengalami Blank Spot

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra, menjelaskan bahwa desa yang mengalami keterbatasan jaringan tersebar di sejumlah kecamatan dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Beberapa wilayah yang masih menghadapi kendala jaringan antara lain Desa Danau Tinggi dan Desa Simpang Tutup di Kecamatan Gunung Kerinci. Selain itu, Desa Margo di Kecamatan Gunung Raya serta Desa Pungut Hilir di Kecamatan Air Hangat Timur juga masih menghadapi keterbatasan akses telekomunikasi.

Baca Juga :  Lagu Daerah Kerinci Resmi Diakui Negara, Pemkab Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum

Pemerintah daerah terus melakukan pendataan agar proses pengembangan infrastruktur dapat berjalan lebih terarah.

Kondisi Geografis Jadi Tantangan Utama

Kabupaten Kerinci memiliki karakter wilayah yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan. Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur jaringan menjadi lebih kompleks dibanding wilayah yang memiliki kontur datar.

Menurut Diskominfo Kerinci, beberapa titik memerlukan dukungan infrastruktur tambahan agar operator telekomunikasi dapat memperluas cakupan layanan secara maksimal.

Karena itu, pemerataan jaringan di wilayah terpencil membutuhkan koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pemerintah pusat.

Akses Komunikasi Berpengaruh ke Aktivitas Masyarakat

Keterbatasan jaringan tidak hanya menyulitkan komunikasi warga.

Masyarakat di daerah blank spot juga menghadapi hambatan saat mengakses informasi, mengikuti kegiatan pendidikan, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga memanfaatkan layanan administrasi pemerintah.

Selain itu, warga sering mengalami kesulitan memperoleh informasi penting dari pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan karena keterbatasan sinyal komunikasi.

Kondisi tersebut membuat pembangunan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi desa-desa terpencil.

Baca Juga :  PetroChina Dorong UMKM Jambi Naik Kelas Lewat Rumah Produksi Anyaman Pandan

Pemkab Kerinci Ajukan Dukungan ke Pemerintah Pusat

Untuk mempercepat pemerataan jaringan, Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengajukan proposal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah tersebut bertujuan mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang belum terjangkau layanan.

Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan operator telekomunikasi dan sektor swasta agar perluasan jaringan dapat berjalan lebih cepat.

Pemerintah berharap masyarakat di desa yang selama ini mengalami blank spot segera memperoleh akses komunikasi yang lebih baik.

Pemerataan Jaringan Dinilai Penting untuk Masa Depan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kerinci menilai pemerataan jaringan komunikasi memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

Akses internet dan telekomunikasi yang lebih merata dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat konektivitas antardesa.

Selain itu, jaringan yang lebih baik juga dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan digital yang semakin berkembang.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TVRI Jambi Dorong Literasi Digital dan Perlindungan HAM di Era Digital
Polres Kerinci Tertibkan Kendaraan Lansir dan Bekingan BBM Subsidi
Kejari Sungai Penuh Dampingi Proyek PUPR Kerinci 2026, Perkuat Pengawasan dan Kepastian Hukum
Kopi Robusta Kerinci Tembus Pasar Mesir, Perkuat Prospek Ekspor Jambi ke Kancah Global
BPKP Jambi Lepas Kepala Perwakilan dan Dua Pejabat Menuju Penugasan Baru
UNJA Gandeng KPU Provinsi Jambi Siapkan Pemira Serentak Pertama Tahun 2026
Hari Lahir Pancasila Jadi Momen Penting, Wako Alfin Ajak Perkuat Persatuan
Pemkot Sungai Penuh Terapkan Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Minta Layanan Lebih Optimal
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:00 WIB

TVRI Jambi Dorong Literasi Digital dan Perlindungan HAM di Era Digital

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:00 WIB

Polres Kerinci Tertibkan Kendaraan Lansir dan Bekingan BBM Subsidi

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kejari Sungai Penuh Dampingi Proyek PUPR Kerinci 2026, Perkuat Pengawasan dan Kepastian Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WIB

Kopi Robusta Kerinci Tembus Pasar Mesir, Perkuat Prospek Ekspor Jambi ke Kancah Global

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

BPKP Jambi Lepas Kepala Perwakilan dan Dua Pejabat Menuju Penugasan Baru

Berita Terbaru