Jakarta, trendsberita.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada perdagangan terbaru. Tekanan jual meningkat dan membuat aset kripto terbesar di dunia itu mengalami penurunan cukup tajam.
Selain itu, pasar kripto bergerak lebih volatil karena investor merespons kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Bitcoin Bergerak Tidak Stabil di Tengah Tekanan Pasar
Bitcoin menunjukkan pergerakan yang tidak stabil dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Di satu sisi, sebagian investor masih bertahan dan menahan aset mereka. Namun di sisi lain, tekanan jual terus meningkat dan mendorong harga bergerak turun.
Dengan demikian, pasar kripto tetap berada dalam fase fluktuatif tanpa arah yang jelas.
Selanjutnya, pergerakan Bitcoin juga mengikuti sentimen dari aset berisiko lain seperti saham teknologi dan komoditas digital.
Dua Sentimen Utama Menekan Harga Bitcoin
Pasar mencatat dua sentimen utama yang menekan harga Bitcoin.
Pertama, dolar Amerika Serikat menguat dan membuat investor lebih memilih aset aman. Karena itu, minat terhadap aset berisiko seperti kripto ikut menurun.
Kedua, ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat mengurangi daya tarik aset spekulatif. Akibatnya, investor global mengurangi aliran dana ke pasar kripto.
Selain itu, dua sentimen ini memperkuat tekanan jual yang sudah terjadi sebelumnya.
Investor Global Mulai Kurangi Risiko
Investor global mulai mengurangi risiko portofolio mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.
Akibatnya, Bitcoin ikut tertekan karena masih dipandang sebagai aset dengan risiko tinggi.
Di sisi lain, sebagian investor jangka panjang justru melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi.
Namun demikian, pasar masih bergerak hati-hati karena belum muncul sinyal pemulihan yang kuat.
Pasar Kripto Ikut Melemah
Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto lain juga ikut melemah.
Selain itu, kapitalisasi pasar kripto global ikut menyusut seiring meningkatnya aksi jual.
Dengan demikian, tekanan tidak hanya terjadi pada satu aset, tetapi menyebar ke seluruh pasar kripto.
Prospek Pasar Masih Berisiko Tinggi
Ke depan, arah pasar kripto masih bergantung pada kondisi dolar AS dan kebijakan suku bunga global.
Selanjutnya, investor akan terus memantau data ekonomi Amerika Serikat untuk membaca arah pasar berikutnya.
Oleh karena itu, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek.








