Jakarta, trendsberita.com – Perusahaan petrokimia Unggul Indah Cahaya atau UNIC akan menebar dividen final tahun buku 2025 senilai Rp 554,68 miliar.
Jika dihitung, investor akan menerima dividen sebesar Rp1.447 per saham. Total dividen tahun buku 2025 bahkan mencapai Rp 1.662 per saham setelah ditambah dividen interim sebelumnya.
Perusahaan mencatat kinerja laba yang solid sehingga mampu membagikan dividen dalam jumlah besar kepada pemegang saham.
Cum Date Jadi Batas Terakhir
Investor perlu memperhatikan cum date atau tanggal terakhir saham masih melekat hak dividen.
Untuk UNIC, cum date jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 di pasar reguler dan negosiasi. Artinya, investor yang ingin mendapatkan dividen harus sudah memiliki saham sebelum tanggal tersebut.
Sementara itu, pencatatan pemegang saham dilakukan pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 9 Juni 2026.
Saham UNIC Ikut Menguat
Menjelang cum date, saham UNIC ikut mengalami penguatan di pasar. Investor mulai memburu saham ini karena potensi dividen yang cukup menarik.
Jika mengacu pada harga penutupan sebelumnya, yield dividen UNIC tercatat cukup kompetitif di pasar, sehingga menarik perhatian investor yang mengejar pendapatan pasif.
Apa Itu Cum Dividen?
Cum dividen adalah batas waktu terakhir investor bisa membeli saham agar tercatat sebagai penerima dividen.
Setelah melewati tanggal tersebut, atau masuk ex date, pembeli baru tidak lagi berhak menerima pembagian dividen.
Karena itu, momen ini sering dimanfaatkan investor jangka pendek untuk mengincar dividen tunai.
Jadwal Lengkap Dividen UNIC
Berikut jadwal penting pembagian dividen UNIC:
- Cum dividen pasar reguler & negosiasi: 26 Mei 2026
- Ex dividen: 27 Mei 2026
- Recording date: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 9 Juni 2026
Dengan jadwal ini, investor perlu mengatur strategi agar tidak melewatkan kesempatan.
Daya Tarik Saham Dividen
Saham pembagi dividen seperti UNIC biasanya menarik bagi investor yang mencari pendapatan stabil.
Selain potensi capital gain, dividen juga menjadi salah satu alasan utama investor mempertahankan saham dalam jangka panjang.
Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan kondisi pasar dan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan.








