Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Bitcoin (BTC) (Sumber: AP/ Petr David Josek)

ilustrasi Bitcoin (BTC) (Sumber: AP/ Petr David Josek)

Jakarta, trendsberita.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada perdagangan terbaru. Tekanan jual meningkat dan membuat aset kripto terbesar di dunia itu mengalami penurunan cukup tajam.

Selain itu, pasar kripto bergerak lebih volatil karena investor merespons kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Bitcoin Bergerak Tidak Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Bitcoin menunjukkan pergerakan yang tidak stabil dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Di satu sisi, sebagian investor masih bertahan dan menahan aset mereka. Namun di sisi lain, tekanan jual terus meningkat dan mendorong harga bergerak turun.

Dengan demikian, pasar kripto tetap berada dalam fase fluktuatif tanpa arah yang jelas.

Selanjutnya, pergerakan Bitcoin juga mengikuti sentimen dari aset berisiko lain seperti saham teknologi dan komoditas digital.

Baca Juga :  BRI (BBRI) Rilis Jadwal Dividen Final Rp31,47 Triliun, Ini Tanggal Pentingnya

Dua Sentimen Utama Menekan Harga Bitcoin

Pasar mencatat dua sentimen utama yang menekan harga Bitcoin.

Pertama, dolar Amerika Serikat menguat dan membuat investor lebih memilih aset aman. Karena itu, minat terhadap aset berisiko seperti kripto ikut menurun.

Kedua, ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat mengurangi daya tarik aset spekulatif. Akibatnya, investor global mengurangi aliran dana ke pasar kripto.

Selain itu, dua sentimen ini memperkuat tekanan jual yang sudah terjadi sebelumnya.

Investor Global Mulai Kurangi Risiko

Investor global mulai mengurangi risiko portofolio mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.

Akibatnya, Bitcoin ikut tertekan karena masih dipandang sebagai aset dengan risiko tinggi.

Di sisi lain, sebagian investor jangka panjang justru melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi.

Baca Juga :  Mulai Juni 2026, Tujuh Komoditas Vital Terancam Langka

Namun demikian, pasar masih bergerak hati-hati karena belum muncul sinyal pemulihan yang kuat.

Pasar Kripto Ikut Melemah

Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto lain juga ikut melemah.

Selain itu, kapitalisasi pasar kripto global ikut menyusut seiring meningkatnya aksi jual.

Dengan demikian, tekanan tidak hanya terjadi pada satu aset, tetapi menyebar ke seluruh pasar kripto.

Prospek Pasar Masih Berisiko Tinggi

Ke depan, arah pasar kripto masih bergantung pada kondisi dolar AS dan kebijakan suku bunga global.

Selanjutnya, investor akan terus memantau data ekonomi Amerika Serikat untuk membaca arah pasar berikutnya.

Oleh karena itu, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar
Ahli Buka-bukaan Soal Harga Emas Sepekan ke Depan, Ini Prediksinya
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:00 WIB

BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB