JAKARTA, trendsberita.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan pada Selasa (2/6/2026) setelah libur akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila. Bersamaan dengan dibukanya perdagangan, investor juga mendapat kesempatan terakhir untuk berburu sejumlah saham yang memasuki jadwal cum dividen.
Cum dividen menjadi salah satu momen penting yang selalu diperhatikan investor. Sebab, pada tanggal tersebut investor masih berhak memperoleh dividen tunai yang akan dibagikan perusahaan kepada pemegang saham. Sebaliknya, investor yang membeli saham setelah tanggal ex dividen tidak lagi memperoleh hak atas pembagian dividen tersebut.
Selain itu, sejumlah emiten menawarkan dividen dengan nilai yang cukup menarik. Bahkan, ada saham yang masih mengandung dividen hingga Rp18.000 per lot pada perdagangan hari ini.
CPIN Tawarkan Dividen Rp18.000 per Lot
Salah satu emiten yang paling banyak mendapat perhatian investor adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Perusahaan tersebut menetapkan dividen tunai sebesar Rp180 per saham. Dengan demikian, investor yang memiliki satu lot saham CPIN berhak memperoleh dividen sebesar Rp18.000 sebelum pajak.
Selain menawarkan nilai dividen yang cukup besar, CPIN juga mencatat dividend yield sekitar 4,27% berdasarkan harga penutupan sebelum cum dividen. Angka tersebut berada di atas rata-rata bunga deposito perbankan saat ini.
Namun demikian, analis mengingatkan investor agar tidak hanya mengejar dividen. Investor juga perlu memperhatikan kondisi fundamental perusahaan dan prospek bisnis jangka panjang.
Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini
Selain CPIN, beberapa emiten lain juga memasuki jadwal cum dividen pada 2 Juni 2026.
Berikut daftar saham cum dividen yang menjadi perhatian pasar:
| Kode Saham | Dividen per Saham | Jadwal Pembayaran |
|---|---|---|
| CPIN | Rp180 | 12 Juni 2026 |
| JSMR | Rp156,23 | 19 Juni 2026 |
| STAA | Rp75 | 11 Juni 2026 |
| BFIN | Rp35 | 18 Juni 2026 |
| INDY | Rp10,25 | 19 Juni 2026 |
| TOWR | Rp6,89 | 19 Juni 2026 |
| LFLO | Rp4,59 | 19 Juni 2026 |
| GEMA | Rp2 | 19 Juni 2026 |
Selain emiten-emiten tersebut, BEI juga mencatat sejumlah perusahaan lain yang sedang memasuki jadwal pembagian dividen sepanjang pekan ini. Karena itu, investor masih memiliki berbagai pilihan untuk menyesuaikan strategi investasinya.
Investor Perlu Memahami Arti Cum Dividen
Banyak investor pemula sering membeli saham hanya karena melihat nilai dividen yang besar. Padahal, mereka perlu memahami mekanisme pembagian dividen terlebih dahulu.
Cum date merupakan hari terakhir investor dapat membeli saham agar namanya tercatat sebagai penerima dividen. Setelah itu, saham memasuki ex date dan pembeli baru tidak lagi memperoleh hak dividen.
Selain cum date dan ex date, investor juga perlu memperhatikan recording date serta payment date yang menentukan jadwal pencatatan dan pembayaran dividen.
Karena itu, pemahaman terhadap jadwal dividen menjadi faktor penting sebelum melakukan transaksi saham.
Waspadai Risiko Dividend Trap
Meski dividen terlihat menarik, investor tetap perlu berhati-hati terhadap fenomena yang dikenal sebagai dividend trap.
Dividend trap terjadi ketika harga saham turun cukup dalam setelah melewati tanggal cum dividen. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh dari dividen bisa berkurang atau bahkan hilang karena penurunan harga saham yang lebih besar.
Selain itu, saham dengan dividend yield tinggi belum tentu memiliki prospek bisnis yang baik. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan, arus kas, serta potensi pertumbuhan usaha sebelum membeli saham hanya demi dividen.
Strategi Investor Pemburu Dividen
Investor yang fokus pada dividen biasanya memilih saham dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.
Selain memperhatikan yield, investor juga menilai kesehatan keuangan perusahaan dan kemampuan emiten menghasilkan laba secara berkelanjutan. Dengan demikian, peluang memperoleh dividen pada tahun-tahun berikutnya menjadi lebih besar.
Di sisi lain, investor jangka panjang sering memanfaatkan dividen sebagai sumber pendapatan pasif sekaligus sarana meningkatkan nilai investasi melalui reinvestasi dividen.
Karena itu, strategi dividen tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada pertumbuhan aset dalam jangka panjang.









