Harga Emas Galeri24, UBS, Antam, dan Antam Retro Kompak Anjlok, Investor Waspada Koreksi Lanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

trendsberita.comHarga emas di Pegadaian bergerak turun pada perdagangan terbaru. Antam, UBS, Galeri24, hingga Antam Retro sama-sama kehilangan nilai di pasar hari ini.

Penurunan ini langsung terasa di kalangan investor ritel karena hampir semua produk logam mulia menunjukkan arah yang sama. Tidak ada satu pun merek emas yang bergerak naik untuk menahan tekanan pasar.

Pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai bagian dari fase koreksi setelah beberapa waktu sebelumnya harga sempat bergerak naik turun dalam rentang sempit.

Antam dan UBS Ikut Turun di Semua Ukuran

Emas Antam mencatat penurunan harga di berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Harga jual bergerak turun mengikuti tren pelemahan pasar global.

UBS juga mengikuti pola yang sama. Produk ini mencatat penurunan pada hampir seluruh pecahan yang tersedia di Pegadaian. Selisih penurunan memang tidak terlalu besar, tetapi cukup membuat investor menahan pembelian.

Galeri24 yang menjadi salah satu produk emas populer di jaringan Pegadaian ikut terkoreksi. Harga jual turun mengikuti tekanan yang terjadi di pasar komoditas internasional.

Antam Retro, yang biasanya menjadi alternatif investasi emas batangan, juga ikut melemah tanpa bisa melawan tren pasar.

Tekanan Global Dorong Harga Turun

Pergerakan harga emas dalam negeri tidak berdiri sendiri. Pasar global masih memegang peran besar dalam menentukan arah harga.

Dalam beberapa hari terakhir, harga emas dunia bergerak tidak stabil. Investor global merespons ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang masih tinggi.

Ketika suku bunga bertahan tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga seperti obligasi. Emas kehilangan sebagian daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil tetap.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar

Di saat yang sama, dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Kondisi ini membuat harga emas terasa lebih mahal bagi pembeli di luar negeri, sehingga permintaan ikut menurun.

Efek kombinasi itu akhirnya sampai ke pasar domestik Indonesia.

Investor Mulai Menahan Pembelian

Di tengah kondisi harga yang melemah, sebagian investor memilih tidak langsung masuk ke pasar. Mereka menunggu arah harga berikutnya sebelum mengambil keputusan.

Beberapa pelaku pasar ritel mengaku lebih berhati-hati karena harga emas masih bergerak naik-turun dalam waktu singkat.

“Kalau lihat pola beberapa hari terakhir, harga belum stabil. Banyak yang memilih nunggu dulu,” kata seorang pelaku pasar emas ritel.

Sikap wait and see ini cukup dominan, terutama di kalangan pembeli yang fokus pada jangka pendek.

Koreksi Masih Dalam Batas Wajar

Meski harga turun, sejumlah pengamat menilai kondisi ini masih tergolong wajar. Pasar emas memang sering bergerak dalam pola naik-turun sebelum menemukan arah yang lebih jelas.

Faktor global seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar dolar masih menjadi penggerak utama.

Selama ketiga faktor itu belum stabil, harga emas berpotensi terus bergerak fluktuatif tanpa arah yang benar-benar kuat.

Rupiah dan Sentimen Global Ikut Berperan

Selain faktor global, nilai tukar rupiah juga ikut memengaruhi harga emas dalam negeri. Ketika rupiah melemah, harga emas biasanya naik. Sebaliknya, saat rupiah menguat, harga emas cenderung tertekan.

Baca Juga :  Aksi Jual Emas Bank Sentral Kian Deras, Pasar Waspadai Tekanan Harga

Dalam kondisi saat ini, kombinasi penguatan dolar dan sentimen pasar global membuat harga emas domestik ikut bergerak turun.

Investor lokal akhirnya ikut merasakan dampaknya meskipun kondisi ekonomi dalam negeri relatif stabil.

Emas Masih Jadi Pilihan Jangka Panjang

Meski harga sedang turun, emas tetap mempertahankan posisinya sebagai instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia.

Banyak investor tetap menganggap emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Permintaan emas fisik, terutama ukuran kecil seperti 1 gram hingga 5 gram, masih cukup stabil di pasar ritel.

Pegadaian juga masih mencatat aktivitas pembelian yang berjalan meskipun tidak seagresif saat harga sedang naik.

Peluang atau Risiko?

Penurunan harga seperti ini sering memunculkan dua pandangan berbeda di kalangan investor.

Sebagian melihatnya sebagai peluang untuk membeli di harga rendah. Mereka menilai emas masih punya potensi naik dalam jangka panjang.

Namun sebagian lain memilih menunggu karena khawatir harga masih bisa turun lebih dalam jika tekanan global berlanjut.

Kondisi ini membuat pasar bergerak lebih hati-hati tanpa dominasi pembelian besar.

Pasar Masih Tunggu Arah Baru

Pelaku pasar kini menunggu data ekonomi global berikutnya, terutama dari Amerika Serikat. Inflasi dan kebijakan suku bunga akan sangat menentukan arah emas dalam beberapa minggu ke depan.

Jika pasar melihat sinyal penurunan suku bunga, emas berpotensi kembali menguat. Namun jika suku bunga tetap tinggi, tekanan bisa berlanjut.

Untuk saat ini, pasar masih berada dalam fase transisi dan belum menunjukkan arah yang benar-benar kuat.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan
Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026
Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:12 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh

Senin, 27 Juli 2026 - 23:05 WIB

HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB