JAKARTA, trendsberita.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada pekan ini. Harga emas naik Rp 10.000 per gram dalam periode perdagangan 4–9 Mei 2026.
Kenaikan ini mendorong minat investor ritel. Banyak investor kembali membeli emas sebagai aset lindung nilai saat kondisi global masih bergejolak.
Pergerakan Harga Emas Sepekan
Harga emas Antam berada di Rp 2.795.000 per gram pada Senin (4/5/2026). Pada Selasa (5/5), harga turun ke Rp 2.760.000 per gram.
Pasar kemudian bergerak naik pada Rabu (6/5). Harga melonjak Rp 30.000 dan kembali ke Rp 2.790.000 per gram.
Tren penguatan berlanjut pada Kamis (7/5). Harga naik ke Rp 2.840.000 per gram dan menjadi level tertinggi pekan itu.
Pada Jumat (8/5), harga terkoreksi tipis Rp 1.000. Harga bertahan di Rp 2.839.000 per gram hingga Sabtu (9/5).
Secara keseluruhan, emas mencatat kenaikan Rp 10.000 dalam sepekan.
Harga Buyback Stabil
Harga buyback emas Antam bergerak stabil sepanjang pekan. Pada Sabtu (9/5), harga buyback berada di Rp 2.644.000 per gram.
Investor memantau harga ini untuk menentukan waktu terbaik menjual emas ke Antam.
Faktor Global Mendorong Harga
Pasar global memberi pengaruh besar terhadap pergerakan emas. Nilai dolar AS bergerak fluktuatif sepanjang pekan.
Ekspektasi suku bunga The Federal Reserve juga memengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian geopolitik ikut meningkatkan permintaan emas.
Saat dolar melemah, investor global mendorong harga emas naik. Kondisi ini membuat emas lebih menarik sebagai aset lindung nilai.
Permintaan Emas Domestik Tetap Kuat
Permintaan emas fisik di Indonesia tetap tinggi. Investor ritel terus membeli emas untuk menjaga nilai aset.
Banyak investor memilih emas karena dianggap lebih stabil dibanding instrumen lain. Inflasi dan ketidakpastian ekonomi memperkuat minat tersebut.
Ketentuan Pajak Transaksi
Pemerintah mengenakan pajak pada transaksi emas di atas Rp 10 juta. Pemilik NPWP membayar PPh 22 sebesar 1,5%.
Sementara itu, non-NPWP membayar 3%. Antam langsung memotong pajak saat proses buyback.
Prospek Harga Emas
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi naik. Arah kebijakan suku bunga AS menjadi faktor utama pergerakan pasar.
Jika ketidakpastian global berlanjut, emas berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek.









