Stellantis-Dongfeng Akan Ekspor Jeep Buatan China, Ini Rencananya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (REUTERS/Massimo Pinca)

FOTO: (REUTERS/Massimo Pinca)

JAKARTA, trendsberita.com – Stellantis bersama Dongfeng memperluas kerja sama mereka di industri otomotif dengan menyiapkan produksi Jeep di China yang juga akan mereka ekspor ke pasar global. Langkah ini memperkuat strategi kedua perusahaan dalam memperluas jangkauan kendaraan energi baru di luar Tiongkok.

Stellantis dan Dongfeng kembali memperdalam kerja sama mereka di sektor otomotif. Keduanya sepakat memperluas produksi kendaraan baru, termasuk model Jeep yang akan dibuat di China dan dikirim ke berbagai negara.

Selain itu, rencana ini juga mencakup produksi empat kendaraan energi baru. Dua di antaranya membawa merek Jeep, sementara dua lainnya menggunakan merek Peugeot.

Perusahaan patungan Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) akan memproduksi kendaraan tersebut di pabrik Wuhan. Produksi ini akan berjalan dalam program yang sudah lama mereka bangun bersama.

Baca Juga :  Efek MSCI Belum Usai, Pasar Saham Indonesia Dibayangi Outflow Hingga Rp31 Triliun di Akhir Mei 2026

Produksi Jeep untuk pasar global

Dalam skema terbaru ini, Stellantis dan Dongfeng menargetkan kendaraan Jeep tidak hanya untuk pasar China, tetapi juga untuk ekspor global.

Lebih lanjut, kedua perusahaan menyebut kendaraan ini sebagai bagian dari strategi kendaraan energi baru atau NEV (New Energy Vehicle). Fokus mereka mengarah pada model elektrifikasi seperti hybrid dan listrik penuh.

Selain Jeep, model Peugeot juga ikut diproduksi untuk pasar China sekaligus ekspor ke sejumlah wilayah lain.

Kerja sama jangka panjang

Kerja sama Stellantis dan Dongfeng sebenarnya sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. Keduanya sebelumnya fokus memproduksi Peugeot dan Citroën untuk pasar China.

Baca Juga :  Harga Emas Galeri24, UBS, Antam, dan Antam Retro Kompak Anjlok, Investor Waspada Koreksi Lanjutan

Namun, kini arah kerja sama mulai berubah. Keduanya memperluas target ke pasar global seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan hybrid.

Selain itu, Stellantis juga mendorong strategi global dengan memanfaatkan basis produksi di China yang memiliki biaya lebih kompetitif.

Dampak bagi industri otomotif

Langkah ini menunjukkan perubahan besar di industri otomotif global. Banyak produsen kini tidak lagi membatasi produksi berdasarkan negara asal merek.

Sebaliknya, mereka mulai memanfaatkan lokasi produksi yang lebih efisien untuk memenuhi pasar dunia.

Di sisi lain, strategi ini juga memperlihatkan semakin kuatnya peran China sebagai pusat produksi kendaraan listrik global.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya
Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026
Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah
Investor Asing Kembali Net Sell, IHSG Masih Rentan di Tengah Tekanan Global
Mulai Juni 2026, Tujuh Komoditas Vital Terancam Langka
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Mei 2026: Cek Rincian Terbaru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:00 WIB

UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 21:00 WIB

Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah

Berita Terbaru