JAKARTA, trendsberita.com – Stellantis bersama Dongfeng memperluas kerja sama mereka di industri otomotif dengan menyiapkan produksi Jeep di China yang juga akan mereka ekspor ke pasar global. Langkah ini memperkuat strategi kedua perusahaan dalam memperluas jangkauan kendaraan energi baru di luar Tiongkok.
Stellantis dan Dongfeng kembali memperdalam kerja sama mereka di sektor otomotif. Keduanya sepakat memperluas produksi kendaraan baru, termasuk model Jeep yang akan dibuat di China dan dikirim ke berbagai negara.
Selain itu, rencana ini juga mencakup produksi empat kendaraan energi baru. Dua di antaranya membawa merek Jeep, sementara dua lainnya menggunakan merek Peugeot.
Perusahaan patungan Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) akan memproduksi kendaraan tersebut di pabrik Wuhan. Produksi ini akan berjalan dalam program yang sudah lama mereka bangun bersama.
Produksi Jeep untuk pasar global
Dalam skema terbaru ini, Stellantis dan Dongfeng menargetkan kendaraan Jeep tidak hanya untuk pasar China, tetapi juga untuk ekspor global.
Lebih lanjut, kedua perusahaan menyebut kendaraan ini sebagai bagian dari strategi kendaraan energi baru atau NEV (New Energy Vehicle). Fokus mereka mengarah pada model elektrifikasi seperti hybrid dan listrik penuh.
Selain Jeep, model Peugeot juga ikut diproduksi untuk pasar China sekaligus ekspor ke sejumlah wilayah lain.
Kerja sama jangka panjang
Kerja sama Stellantis dan Dongfeng sebenarnya sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. Keduanya sebelumnya fokus memproduksi Peugeot dan Citroën untuk pasar China.
Namun, kini arah kerja sama mulai berubah. Keduanya memperluas target ke pasar global seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan hybrid.
Selain itu, Stellantis juga mendorong strategi global dengan memanfaatkan basis produksi di China yang memiliki biaya lebih kompetitif.
Dampak bagi industri otomotif
Langkah ini menunjukkan perubahan besar di industri otomotif global. Banyak produsen kini tidak lagi membatasi produksi berdasarkan negara asal merek.
Sebaliknya, mereka mulai memanfaatkan lokasi produksi yang lebih efisien untuk memenuhi pasar dunia.
Di sisi lain, strategi ini juga memperlihatkan semakin kuatnya peran China sebagai pusat produksi kendaraan listrik global.








