Rupiah Kembali Tertekan, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

(Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Jakarta, trendsberita.com – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan hari ini. Mata uang Garuda itu dibuka melemah dan mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar valuta asing masih berada dalam kondisi tidak stabil sejak beberapa sesi sebelumnya.

Rupiah Bergerak di Sekitar Rp17.855

Pada pembukaan perdagangan, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.855 per dolar AS.

Dengan demikian, posisi ini menempatkan rupiah cukup dekat dengan level psikologis Rp17.900 yang sebelumnya jarang tersentuh.

Sementara itu, pelaku pasar mencermati bahwa tekanan terhadap rupiah tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berlanjut dari sesi perdagangan sebelumnya.

Baca Juga :  Gerindra Miris Ada Pihak Dorong Prabowo Naikkan Harga BBM

Tekanan Masih Datang dari Sentimen Global

Di sisi lain, penguatan dolar AS ikut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Investor global masih memilih dolar sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat permintaan terhadap dolar tetap kuat.

Akibatnya, rupiah kehilangan momentum penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Volatilitas Pasar Masih Tinggi

Pergerakan rupiah dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup lebar.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Pertamax 92 Berpotensi Dorong Warga Beralih ke Pertalite, Ini Dampaknya

Dengan kata lain, pasar belum menemukan arah yang stabil karena sentimen global dan domestik terus berubah.

Selanjutnya, pelaku pasar juga terus memantau data ekonomi dan kebijakan bank sentral yang dapat memengaruhi arah nilai tukar.

Dampak ke Ekonomi Domestik

Kondisi rupiah yang melemah biasanya berdampak pada biaya impor yang lebih tinggi.

Selain itu, sektor yang bergantung pada bahan baku luar negeri berpotensi menghadapi tekanan biaya produksi.

Namun demikian, dampak tersebut tidak selalu langsung terasa karena setiap sektor memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Sekolah Indonesia
Heboh Gunung Emas 53 Juta Ton di Kalimantan, Ternyata Penipuan Besar
Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Incar Pelat Nomor Modifikasi
KY Umumkan Nama Lolos Seleksi Calon Hakim Agung 2026, Ini Daftarnya
APKASINDO Sambut Positif Hasil Rakor Harga TBS Sawit, Petani Dapat Angin Segar
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Indonesia, Jangkau 552 Daerah
Buruh Indomaret Protes, Upah Lembur Tanggal Merah Diganti Libur
KPK Periksa 3 Pejabat Kemenhub, Ini Dugaan Kasusnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Prabowo Perintahkan Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Sekolah Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heboh Gunung Emas 53 Juta Ton di Kalimantan, Ternyata Penipuan Besar

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Kembali Tertekan, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:00 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Incar Pelat Nomor Modifikasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:00 WIB

KY Umumkan Nama Lolos Seleksi Calon Hakim Agung 2026, Ini Daftarnya

Berita Terbaru