Jakarta, trendsberita.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyambut hasil rapat koordinasi (rakor) harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian.
Rakor ini membahas kondisi harga TBS yang sebelumnya turun dan menekan pendapatan petani di berbagai daerah penghasil sawit.
APKASINDO Apresiasi Langkah Pemerintah
Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang menggelar rakor untuk membahas persoalan harga sawit.
Ia menilai pemerintah bergerak cepat membuka ruang dialog antara petani dan pelaku industri.
APKASINDO juga mendorong pemerintah menjaga komunikasi rutin agar masalah harga tidak berulang di kemudian hari.
Pemerintah Bahas Stabilitas Harga TBS
Wakil Menteri Pertanian memimpin langsung rakor tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor sawit.
Pemerintah dan pelaku industri membahas cara menjaga stabilitas harga TBS agar petani tidak dirugikan.
Selain itu, forum ini juga menyoroti rantai distribusi sawit dari kebun hingga pabrik.
Petani Sawit Masih Hadapi Tekanan Harga
Petani sawit masih menghadapi tekanan harga di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).
APKASINDO mencatat penurunan harga membuat pendapatan petani swadaya ikut menurun.
Karena itu, petani berharap hasil rakor segera berdampak pada harga di lapangan.
APKASINDO Dorong Harga Lebih Adil
APKASINDO meminta pemerintah memperkuat pengawasan tata niaga sawit.
Organisasi ini menilai pengawasan yang ketat dapat membantu mengurangi selisih harga antara petani dan industri.
Dengan begitu, petani bisa menerima harga yang lebih adil sesuai kondisi pasar.








