Trendsberita – Korea Selatan menuduh Korea Utara kembali menembakkan proyektil ke arah Laut Timur.
Militer Korea Selatan menyebut proyektil itu diluncurkan dari wilayah Pyongyang. Proyektil tersebut diduga merupakan rudal balistik.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan peluncuran itu masih dalam tahap analisis. Otoritas intelijen bersama Amerika Serikat turut meneliti jenis dan spesifikasi proyektil tersebut.
Insiden ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat memanas akibat pelanggaran wilayah udara oleh drone sipil dari Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, bahkan sempat menyebut insiden tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
Pernyataan itu mendapat respons dari adik pemimpin Korea Utara, Kim Yo-jong. Ia menilai sikap tersebut sebagai langkah yang bijak.
Namun, ketegangan kembali meningkat setelah pejabat Korea Utara menyebut Korea Selatan sebagai “negara musuh”.
Peluncuran proyektil ini menambah daftar panjang uji coba senjata oleh Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah pihak menilai aksi tersebut merupakan bentuk provokasi sekaligus respons terhadap dinamika politik dan militer di kawasan.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat peluncuran tersebut. Namun, situasi ini terus dipantau karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan regional.









