AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Amerika Serikat resmi mendakwa mantan presiden Kuba Raul Castro atas penembakan dua pesawat tahun 1996. Foto/Cuban News Agency

Kejaksaan Amerika Serikat resmi mendakwa mantan presiden Kuba Raul Castro atas penembakan dua pesawat tahun 1996. Foto/Cuban News Agency

Jakarta, trendsberita.com – Amerika Serikat menetapkan dakwaan terhadap mantan Presiden Kuba, Raúl Castro. Jaksa federal di Miami mengumumkan langkah hukum itu dalam konferensi pers resmi.

AS menilai Castro memiliki peran dalam insiden penembakan dua pesawat sipil pada 1996. Peristiwa itu menewaskan empat warga Amerika Serikat.

Jaksa menyebut kasus ini sebagai pelanggaran berat yang masih menyisakan luka panjang bagi keluarga korban.

Kronologi Insiden Penembakan 1996

Peristiwa terjadi saat kelompok “Brothers to the Rescue” menerbangkan pesawat kecil di sekitar Selat Florida. Kelompok ini membantu pencarian dan misi kemanusiaan bagi pengungsi Kuba.

Militer Kuba menembak dua pesawat tersebut di udara. Empat orang tewas dalam kejadian itu, semuanya warga Amerika Serikat.

AS menyebut pesawat itu berada di wilayah udara internasional saat insiden terjadi.

Tuduhan Hukum terhadap Raúl Castro

Jaksa federal menuduh Raúl Castro terlibat dalam rantai komando yang memutuskan aksi militer tersebut. Mereka juga menuduhnya ikut bertanggung jawab atas perintah operasi.

Baca Juga :  5 Berita Internasional Terpopuler: Iran hingga AS Dominasi Sorotan Dunia

Tuduhan mencakup pembunuhan, konspirasi, dan penghancuran pesawat sipil.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan keluarga korban sudah menunggu keadilan selama hampir tiga dekade.

“Keluarga korban menunggu terlalu lama untuk keadilan,” kata pejabat itu di Miami.

AS Terbitkan Surat Penangkapan

Pemerintah Amerika Serikat menerbitkan surat penangkapan untuk Raúl Castro. Namun Castro masih tinggal di Kuba hingga saat ini.

AS menyatakan tetap membuka peluang proses hukum internasional. Namun ekstradisi diperkirakan sulit terjadi karena hubungan diplomatik kedua negara masih tegang.

Jaksa menegaskan bahwa kasus lintas negara tetap bisa diproses dalam sistem hukum Amerika.

Respons Keras dari Kuba

Pemerintah Kuba langsung menolak dakwaan tersebut. Presiden Miguel Díaz-Canel menyebut langkah AS sebagai tindakan politik.

Ia menegaskan Kuba bertindak untuk mempertahankan wilayah udara mereka pada saat itu. Pemerintah Kuba juga menuding AS memutarbalikkan fakta sejarah.

Díaz-Canel menyampaikan sikap resmi tersebut melalui media sosial X.

Baca Juga :  Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan

Keluarga Korban Sambut Langkah AS

Keluarga korban menyambut dakwaan ini dengan harapan baru. Mereka menyebut proses hukum ini memberi peluang untuk keadilan yang sudah lama tertunda.

Salah satu keluarga korban mengatakan mereka kehilangan anggota keluarga saat misi kemanusiaan berlangsung.

Mereka berharap pengadilan bisa membuka fakta secara lebih jelas.

Ketegangan AS–Kuba Kembali Meningkat

Kasus ini kembali memicu ketegangan antara Washington dan Havana. Kedua negara sudah lama berselisih dalam isu politik dan ekonomi.

Langkah hukum ini juga muncul di tengah tekanan AS terhadap Kuba dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah analis menilai kasus ini bisa memperburuk hubungan diplomatik kedua negara.

Kasus Lama Kembali Muncul ke Permukaan

Peristiwa penembakan tahun 1996 sebenarnya sudah lama menjadi isu sensitif. Namun dakwaan baru ini kembali membuka perhatian dunia.

Sebagian pihak menilai langkah AS sebagai upaya menegakkan hukum internasional. Namun pihak lain melihatnya sebagai langkah politik.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam
Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik
Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
Kapan Waktu Terbaik Upload Berita Online? Ini Pola Publikasi yang Efektif untuk Meningkatkan Traffic
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:33 WIB

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB