Trendsberita – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mengusulkan sistem baru dalam pembelian LPG 3 kilogram.
Usulan ini menyarankan penggunaan sidik jari atau retina mata untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menilai distribusi LPG bersubsidi saat ini masih belum efektif.
Ia menegaskan bahwa subsidi seharusnya hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Menurutnya, penggunaan identifikasi biometrik bisa menjadi solusi agar penyaluran LPG 3 kg lebih terkontrol.
“Subsidi harus tepat sasaran, bukan justru terbuang sia-sia,” ujarnya.
DPR juga menilai jumlah penerima subsidi saat ini masih terlalu besar dibanding kebutuhan riil di lapangan.
Dengan sistem yang lebih ketat, diharapkan anggaran negara dapat digunakan lebih efisien.









