PAN: WFH untuk Swasta Sebaiknya Fleksibel, Tidak Perlu Seragam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ashabul Kahfi (Tangkapan Layar YouTube DPR RI).

Foto: Ashabul Kahfi (Tangkapan Layar YouTube DPR RI).

Trendsberita – Partai Amanat Nasional (PAN) menilai kebijakan work from home (WFH) untuk sektor swasta sebaiknya diterapkan secara fleksibel. Penerapan yang terlalu seragam dinilai tidak sesuai dengan karakter masing-masing perusahaan.

Anggota DPR dari PAN, Ashabul Kahfi, menyebut setiap perusahaan memiliki kebutuhan operasional yang berbeda. Karena itu, kebijakan WFH tidak bisa disamaratakan dalam satu hari tertentu.

Ia menjelaskan bahwa ada sektor usaha yang berbasis digital dan administrasi, sehingga lebih mudah menerapkan kerja dari rumah. Namun, ada juga sektor yang membutuhkan kehadiran fisik pekerja, seperti layanan publik, produksi, dan logistik.

Baca Juga :  Prabowo Sebut Produk RI Mendunia, Indomie Jadi Buruan Warga Eropa

Menurutnya, kebijakan WFH satu hari dalam sepekan memang baik. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan agar tidak mengganggu produktivitas.

Ashabul juga menilai perusahaan perlu diberi ruang untuk menentukan sendiri hari yang paling efektif untuk WFH. Ia mencontohkan bahwa tidak semua perusahaan cocok menerapkan WFH pada hari Jumat, karena ada sektor yang justru memiliki aktivitas tinggi di hari tersebut.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan WFH tidak hanya terlihat baik di atas kertas. Menurutnya, perlu ada perhatian terhadap dampak di lapangan, seperti potensi jam kerja yang tidak jelas dan meningkatnya beban kerja karyawan.

Baca Juga :  Menkes Dorong Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan, Buruh dan Pekerja Khawatir Beban Meningkat

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Kebijakan WFH juga harus tetap menjamin hak-hak tenaga kerja serta tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah mengimbau perusahaan swasta untuk menerapkan WFH satu hari dalam seminggu. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, pemerintah memberikan kebebasan kepada perusahaan untuk mengatur teknis pelaksanaannya sesuai kebutuhan masing-masing.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam
Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik
Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Angin Puting Beliung Terjang Kerinci
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:33 WIB

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Garuda Mengamuk! Indonesia Libas Kamboja 5-1, Raih Tiga Poin Perdana di Kejuaraan ASEAN

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 28 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Klaim Bundle BR Elite, Skin, Voucher, dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Misteri Batu Gong Purba yang Bisa Berdenting Seperti Logam

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:33 WIB