JAMBI, trendsberita.com – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi kembali memperbarui informasi potensi hujan harian dan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Jambi.
Lembaga tersebut meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat muncul dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menyampaikan pembaruan informasi cuaca melalui akun resmi media sosial @bmkg_jambi pada Minggu (10/5/2026).
Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Prakiraan cuaca menunjukkan hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di beberapa wilayah Jambi selama periode 10–16 Mei 2026.
Curah hujan di sejumlah daerah diperkirakan melebihi 20 mm per hari. Kondisi tersebut dapat memicu genangan air, banjir lokal, dan longsor di kawasan rawan bencana.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diminta memantau kenaikan debit air saat hujan turun dalam durasi panjang.
Status Peringatan Cuaca Meningkat
BMKG menetapkan Jambi dalam kategori “Waspada Hujan Sedang-Lebat” pada 10–11 Mei 2026.
Memasuki 12 Mei 2026, status meningkat menjadi “Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat”.
Peningkatan status tersebut menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang.
Kota Jambi dan Wilayah Lain Berpotensi Hujan
Sebagian besar wilayah Jambi diperkirakan mengalami hujan ringan hingga hujan petir.
Kota Jambi berpotensi mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 24–32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 70–98 persen.
Selain itu, wilayah Merangin, Sarolangun, Batanghari, Tebo, dan Bungo juga berpotensi mengalami hujan pada pertengahan pekan.
Sementara itu, Kota Sungai Penuh diperkirakan mengalami hujan petir dengan tingkat kelembapan udara tinggi.
Warga Perlu Waspadai Cuaca Ekstrem
BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan cuaca yang berlangsung cepat.
Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Pengendara juga perlu berhati-hati ketika melintas di jalur rawan longsor dan pohon tumbang.
Selain itu, nelayan dan warga yang beraktivitas di perairan diminta memeriksa kondisi cuaca sebelum berlayar.
Musim Peralihan Bikin Cuaca Tidak Stabil
Sebagian wilayah Indonesia masih memasuki masa peralihan musim. Kondisi ini membuat cuaca lebih mudah berubah.
Pada periode tersebut, hujan deras sering muncul pada siang hingga malam hari dan kerap disertai petir serta angin kencang.
Karena itu, masyarakat perlu rutin memantau perkembangan cuaca agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lebih awal.
BMKG Imbau Warga Pantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca melalui situs resmi dan media sosial resmi BMKG Jambi.
Langkah tersebut penting untuk menghindari informasi cuaca yang tidak akurat di media sosial.
Warga juga dapat memantau prakiraan cuaca harian setiap kabupaten dan kota melalui laman resmi BMKG.









