trendsberita.com – Seorang calon haji asal Kabupaten Kerinci menjalani observasi kesehatan di Klinik Asrama Haji Jambi setelah mengalami sesak napas menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi segera membawa jamaah tersebut ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis. Jamaah bernama Ashari Ilyas itu berusia 66 tahun dan memiliki riwayat penyakit jantung serta asma.
Pelaksana tugas Kepala BKK Kelas II Jambi, Dewi Julia Arta Simanjuntak, mengatakan tim medis terus memantau kondisi kesehatan Ashari. Dokter juga menjadwalkan pemeriksaan lanjutan dengan dokter spesialis jantung untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil.
“Kami terus memantau kondisi jamaah dan memberikan penanganan terbaik agar kesehatannya cepat membaik,” kata Dewi.
Tim Medis Fokus Memulihkan Kondisi Jamaah
Tim kesehatan memilih ruang klinik agar Ashari bisa beristirahat dengan lebih nyaman. Langkah itu juga membantu tenaga medis mengawasi kondisi pasien secara intensif.
Dokter memberi tambahan obat-obatan untuk membantu meredakan sesak napas yang dialami jamaah tersebut. Selain itu, petugas meminta pasien mengurangi aktivitas fisik agar tubuhnya cepat pulih.
Menurut Dewi, ruang klinik memberikan suasana lebih tenang dibanding kamar asrama biasa. Karena itu, tenaga medis lebih mudah memantau perkembangan kesehatan pasien setiap waktu.
BKK Jambi berharap kondisi Ashari segera membaik sehingga ia tetap bisa berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal.
Sudah Menunggu Haji Selama Belasan Tahun
Ashari telah menunggu jadwal keberangkatan haji selama sekitar 14 hingga 15 tahun. Karena itu, tim medis berusaha maksimal agar jamaah tersebut tetap bisa menjalankan ibadah haji tahun ini.
Dokter optimistis kondisi pasien akan membaik setelah menjalani observasi dan pemeriksaan lanjutan. Jika kesehatannya stabil, Ashari akan bergabung dengan Kloter 19 pada Selasa siang.
Keluarga jamaah juga terus mendampingi selama proses pemeriksaan berlangsung di Asrama Haji Jambi.
BKK Jambi Siagakan Puluhan Petugas Kesehatan
Untuk mendukung kelancaran musim haji 2026, BKK Jambi menyiagakan 55 personel gabungan di Asrama Haji Jambi.
Sebanyak 50 petugas berasal dari BKK Jambi. Dinas Kesehatan Kota Jambi mengirim tiga tenaga kesehatan tambahan. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan Laboratorium Kesehatan Daerah juga ikut membantu pelayanan kesehatan jamaah.
Petugas memeriksa kondisi kesehatan jamaah sejak masuk asrama hingga keberangkatan menuju embarkasi Batam.
Tim kesehatan juga menyiapkan ambulans, kursi roda, serta layanan khusus bagi jamaah lanjut usia dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu.
Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Berjalan Ketat
BKK Jambi terus memperketat pemeriksaan kesehatan jamaah calon haji untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Selain memeriksa kondisi fisik, petugas juga mengevaluasi kemampuan jamaah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. Langkah tersebut penting karena sebagian besar jamaah berasal dari kelompok lanjut usia.
Sebelumnya, petugas sempat menunda keberangkatan seorang jamaah karena mengalami gangguan demensia berat. Setelah melakukan evaluasi dan pendampingan tambahan, petugas akhirnya menjadwalkan ulang keberangkatan jamaah itu bersama Kloter 19.
Persiapan Haji Jambi Terus Dimaksimalkan
Pemerintah Provinsi Jambi terus memaksimalkan persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2026. Pemerintah daerah fokus pada pelayanan kesehatan, transportasi, dan keamanan selama proses keberangkatan berlangsung.
Petugas asrama haji juga rutin memberikan edukasi kesehatan kepada jamaah agar mereka menjaga kondisi tubuh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Melalui pengawasan kesehatan yang ketat, pemerintah berharap seluruh jamaah calon haji asal Jambi dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar hingga kembali ke Indonesia.









