Investor Asing Kembali Net Sell, IHSG Masih Rentan di Tengah Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta, trendsberita.com – Investor asing kembali menekan pasar saham Indonesia setelah mereka melakukan aksi jual bersih di sejumlah sesi perdagangan terakhir. Tekanan ini langsung terlihat pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak melemah dan tidak stabil.

Bursa Efek Indonesia mencatat arus keluar dana asing masih berlanjut di tengah kondisi pasar global yang bergejolak. Investor global memilih mengurangi risiko dan menarik sebagian dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Akibatnya, IHSG belum mampu membentuk tren penguatan yang konsisten.

IHSG bergerak naik turun tanpa arah jelas

Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG bergerak dalam pola yang tidak menentu. Indeks sempat menguat dalam beberapa sesi, tetapi tekanan jual kembali muncul dan menahan laju kenaikan.

Saham-saham berkapitalisasi besar ikut menjadi sasaran aksi jual. Sektor perbankan dan komoditas mengalami tekanan paling besar karena bobotnya yang dominan dalam indeks.

Investor ritel ikut merasakan dampaknya karena harga saham bergerak liar dalam rentang sempit.

Sentimen global masih jadi penggerak utama

Pergerakan dana asing di pasar modal Indonesia masih sangat dipengaruhi kondisi global. Beberapa faktor utama yang menekan pasar antara lain:

  • Ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat
  • Penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang
  • Pergerakan harga komoditas dunia yang tidak stabil
  • Ketegangan geopolitik di beberapa kawasan
Baca Juga :  Harga Emas Melemah Dua Hari Beruntun, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Memudar

Faktor-faktor ini membuat investor global lebih berhati-hati dan memilih aset yang dianggap lebih aman.

Seorang analis pasar modal menilai investor asing saat ini lebih fokus pada manajemen risiko dibandingkan peluang pertumbuhan.

Faktor domestik ikut menambah tekanan

Selain faktor global, kondisi dalam negeri juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Nilai tukar rupiah yang bergerak fluktuatif menambah kekhawatiran investor.

Pelaku pasar juga menunggu arah kebijakan ekonomi berikutnya sambil mencermati data makro terbaru. Sikap wait and see ini membuat transaksi berjalan lebih lambat dari biasanya.

Beberapa emiten juga menghadapi perlambatan pertumbuhan laba sehingga menambah tekanan pada indeks.

Investor asing catat net sell di saham unggulan

Tekanan jual asing paling terasa pada saham-saham unggulan. Investor global melepas posisi di sektor:

  • Perbankan
  • Energi
  • Komoditas

Meski begitu, pasar masih melihat adanya pembelian selektif pada saham yang sudah terkoreksi cukup dalam dan memiliki fundamental kuat.

Baca Juga :  Efek MSCI Belum Usai, Pasar Saham Indonesia Dibayangi Outflow Hingga Rp31 Triliun di Akhir Mei 2026

Namun secara keseluruhan, arus keluar dana masih lebih dominan dibandingkan masuknya modal baru.

Analis: IHSG masih berada dalam fase rapuh

Analis menilai IHSG belum keluar dari fase rapuh karena pasar masih mudah bergerak oleh sentimen jangka pendek.

Mereka menilai pasar membutuhkan katalis kuat untuk kembali stabil. Beberapa faktor yang bisa memperbaiki kondisi pasar antara lain:

  • Kepastian kebijakan suku bunga global
  • Stabilitas nilai tukar rupiah
  • Data ekonomi domestik yang lebih solid
  • Kembalinya arus dana asing secara konsisten

Tanpa dukungan faktor tersebut, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

Peluang tetap terbuka di tengah tekanan

Meski kondisi pasar tertekan, sebagian investor mulai memanfaatkan koreksi harga untuk akumulasi bertahap.

Investor jangka panjang fokus pada saham dengan fundamental kuat dan prospek bisnis stabil. Mereka memilih strategi hati-hati sambil menunggu sinyal pemulihan yang lebih jelas.

Pasar tetap menawarkan peluang, tetapi hanya untuk investor yang disiplin memilih momentum.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar
Ahli Buka-bukaan Soal Harga Emas Sepekan ke Depan, Ini Prediksinya
Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:00 WIB

BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ahli Buka-bukaan Soal Harga Emas Sepekan ke Depan, Ini Prediksinya

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB