Wamenkes Soroti Diabetes dan Penyakit Jantung pada Anak Usia Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cek gula darah (SinPo.id/ Pixabay)

Ilustrasi cek gula darah (SinPo.id/ Pixabay)

JAKARTA, trendsberita.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) menyoroti kenaikan kasus diabetes dan penyakit jantung pada anak serta remaja di Indonesia. Selain itu, ia melihat penyakit tidak menular kini mulai menyerang kelompok usia yang lebih muda.

Oleh karena itu, Wamenkes meminta semua pihak memperkuat pencegahan sejak dini. Ia mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah bekerja sama menjaga kesehatan anak melalui perubahan pola hidup.

“Sekarang anak-anak sudah banyak mengalami diabetes, dan risiko penyakit jantung muncul lebih cepat,” kata Wamenkes.

Dengan demikian, ia menegaskan gaya hidup modern menjadi faktor utama perubahan ini.

Gaya Hidup Anak Meningkatkan Risiko Penyakit

Di sisi lain, Wamenkes menjelaskan anak-anak saat ini menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawai. Mereka menggunakan perangkat digital untuk belajar, bermain, dan hiburan.

Selain itu, anak-anak juga lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis. Akibatnya, asupan gula, garam, dan lemak meningkat secara signifikan.

“Anak-anak kurang bergerak dan lebih sering memilih makanan tidak sehat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kombinasi tersebut memicu kenaikan berat badan. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka risiko diabetes tipe 2 juga meningkat pada usia muda.

Data Kesehatan Tunjukkan Perubahan Tren

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan faktor risiko penyakit tidak menular pada usia muda. Selain itu, skrining kesehatan juga menemukan sebagian anak memiliki kadar gula darah tinggi.

Baca Juga :  Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Akibat Begadang, Stres, dan Merokok

Dengan kata lain, kondisi ini menunjukkan perubahan pola kesehatan masyarakat.

Wamenkes menilai situasi ini sebagai peringatan serius. Ia menegaskan, “Dulu diabetes banyak terjadi pada orang dewasa. Sekarang anak dan remaja juga mengalaminya.”

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap perubahan ini.

Sekolah Perkuat Deteksi Dini

Selain keluarga, sekolah juga memegang peran penting. Wamenkes meminta sekolah menjalankan pemeriksaan kesehatan rutin pada siswa.

Misalnya, sekolah dapat melakukan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah secara berkala.

Di samping itu, tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi gizi di lingkungan sekolah.

“Deteksi dini membantu kita menemukan risiko lebih cepat,” kata Wamenkes.

Dengan demikian, sekolah dapat membantu mencegah penyakit berkembang lebih jauh.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Selain itu, Wamenkes menegaskan orang tua berperan besar dalam membentuk kebiasaan anak. Oleh karena itu, ia meminta orang tua mengatur pola makan sehat di rumah.

Ia juga mengingatkan agar orang tua mengurangi makanan tinggi gula dan minuman kemasan.

“Anak meniru kebiasaan orang tua. Karena itu, orang tua harus memberi contoh,” ujarnya.

Baca Juga :  Campak Dewasa Kian Mengkhawatirkan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya Sejak Dini

Lebih lanjut, ia mengajak keluarga melakukan aktivitas fisik bersama seperti berjalan pagi atau olahraga ringan.

Kebiasaan Sehat Harus Dimulai Sejak Kecil

Selanjutnya, Wamenkes menekankan kebiasaan sehat harus terbentuk sejak masa kanak-kanak. Ia meminta anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta memperbanyak buah dan sayur.

Selain itu, anak juga perlu melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Dengan demikian, kebiasaan sehat dapat terbentuk lebih konsisten.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” katanya.

Risiko Komplikasi Lebih Cepat

Di sisi lain, ahli kesehatan menjelaskan diabetes pada usia muda dapat memicu komplikasi lebih cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga penyakit jantung dini.

Oleh karena itu, Wamenkes menilai pemerintah perlu fokus pada pencegahan agar kasus tidak terus meningkat.

Selain itu, langkah ini juga membantu menekan biaya kesehatan jangka panjang.

Edukasi Kesehatan Diperluas

Sementara itu, Kementerian Kesehatan memperluas edukasi kesehatan ke sekolah di berbagai daerah. Program ini mencakup gizi seimbang, bahaya gula berlebih, dan pentingnya aktivitas fisik.

Di samping itu, pemerintah juga bekerja sama dengan sekolah dan tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi masyarakat.

“Kesadaran kesehatan harus tumbuh bersama,” kata Wamenkes.

Dengan demikian, edukasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus
Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut
Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi
Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?
10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa
Fakta Terbaru Kanker Payudara 2026, Pentingnya Skrining dan Harapan Baru Pengobatan
Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Akibat Begadang, Stres, dan Merokok
Banyak yang Masih Bingung, Dokter Jelaskan Perbedaan PCOS dan PMOS
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB