Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: AP)

(Foto: AP)

trendsberita.com– Dunia saat ini menaruh perhatian besar pada Ebola dan Hantavirus. Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa campak masih menjadi ancaman serius yang merenggut banyak korban jiwa setiap tahun.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bangladesh menghadapi lonjakan kasus campak yang cukup mengkhawatirkan. Penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi itu kembali menyerang ribuan anak dan memicu ratusan kematian.

Karena itu, pakar kesehatan meminta pemerintah dan masyarakat tidak mengabaikan ancaman campak meskipun berbagai wabah baru terus bermunculan.

Bangladesh Hadapi Lonjakan Kasus Campak

Bangladesh mencatat lebih dari 78 ribu kasus campak dalam beberapa bulan terakhir.

Tenaga kesehatan di negara tersebut juga melaporkan lebih dari 500 kematian anak yang berkaitan dengan wabah campak. Sebagian besar korban berusia di bawah lima tahun dan belum menerima imunisasi lengkap.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa campak masih memiliki daya rusak yang sangat besar apabila masyarakat tidak menjaga cakupan vaksinasi.

Selain itu, tingginya angka penularan membuat penyakit ini menyebar dengan cepat di wilayah yang memiliki tingkat imunisasi rendah.

Dunia Lebih Fokus pada Ebola dan Hantavirus

Media internasional dalam beberapa pekan terakhir banyak memberitakan perkembangan Ebola dan Hantavirus.

Kasus Hantavirus yang muncul di kapal pesiar internasional menarik perhatian karena menyebabkan korban jiwa. Di sisi lain, Ebola juga kembali memicu kekhawatiran setelah sejumlah negara Afrika melaporkan peningkatan kasus.

Baca Juga :  WHO Umumkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Internasional, Ini Perkembangan Terkini

Karena itu, banyak masyarakat lebih mengenal perkembangan kedua penyakit tersebut dibanding ancaman campak.

Padahal, campak masih menyebabkan jumlah korban yang jauh lebih besar di berbagai negara berkembang.

Campak Masih Menjadi Penyakit Mematikan

Banyak orang menganggap campak sebagai penyakit biasa yang tidak berbahaya.

Faktanya, campak dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi paru-paru, radang otak, gangguan pernapasan, hingga kematian.

Anak-anak yang belum menerima vaksin memiliki risiko paling tinggi mengalami komplikasi tersebut.

Selain itu, campak termasuk salah satu penyakit paling mudah menular di dunia. Satu penderita dapat menularkan virus kepada banyak orang dalam waktu singkat.

Karena itu, wabah campak dapat berkembang sangat cepat ketika cakupan imunisasi menurun.

Gangguan Imunisasi Perburuk Situasi

Para ahli menghubungkan peningkatan kasus campak dengan terganggunya program imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Pandemi COVID-19 membuat banyak negara kesulitan menjalankan vaksinasi rutin. Akibatnya, jutaan anak kehilangan kesempatan menerima vaksin sesuai jadwal.

Kondisi tersebut menciptakan kelompok masyarakat yang tidak memiliki perlindungan optimal terhadap campak.

Selain itu, sejumlah daerah juga menghadapi masalah distribusi vaksin, keterbatasan tenaga kesehatan, dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Karena itu, risiko wabah campak terus meningkat di berbagai wilayah.

WHO Ingatkan Ancaman Global

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO terus memantau perkembangan kasus campak di berbagai negara.

Baca Juga :  Diabetes di Usia Muda Meningkat, Ini Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Lembaga tersebut mencatat puluhan negara mengalami wabah campak besar dalam beberapa tahun terakhir. WHO juga memperkirakan puluhan ribu orang meninggal akibat penyakit tersebut setiap tahun.

Mayoritas korban berasal dari kelompok anak-anak yang belum memperoleh vaksin lengkap.

Karena itu, WHO mendorong setiap negara meningkatkan cakupan imunisasi agar dapat membentuk kekebalan kelompok yang kuat.

Ebola dan Hantavirus Tetap Perlu Diwaspadai

Meski para ahli menyoroti ancaman campak, masyarakat tetap perlu mewaspadai Ebola dan Hantavirus.

Hantavirus dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan belum memiliki pengobatan khusus. Sementara itu, Ebola masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia.

Karena itu, pemerintah di berbagai negara terus memperkuat pengawasan terhadap kedua penyakit tersebut.

Namun para pakar mengingatkan bahwa perhatian terhadap Ebola dan Hantavirus tidak boleh mengurangi fokus terhadap program imunisasi campak.

Vaksin Jadi Kunci Pencegahan

Para ahli sepakat bahwa vaksin merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak.

Program imunisasi telah berhasil menurunkan jumlah kematian akibat campak secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Namun penurunan cakupan vaksinasi membuat risiko wabah kembali meningkat.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap anak memperoleh akses vaksin yang mudah dan terjangkau.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa vaksin tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu melindungi komunitas secara keseluruhan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut
Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi
Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?
10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa
Fakta Terbaru Kanker Payudara 2026, Pentingnya Skrining dan Harapan Baru Pengobatan
Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Akibat Begadang, Stres, dan Merokok
Banyak yang Masih Bingung, Dokter Jelaskan Perbedaan PCOS dan PMOS
Apa Itu Hantavirus? Dokter Jelaskan Penularannya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa

Berita Terbaru