Penyakit Jantung Ancam Gen Z di Malaysia, Ternyata Dipicu Kebiasaan Konsumsi Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Kwangmoozaa

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Kwangmoozaa

trendsberita.com – Fenomena kesehatan yang mengkhawatirkan muncul di Malaysia. Dokter kini mencatat bahwa penyakit jantung tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak muncul pada generasi muda atau Gen Z.

Selain itu, tenaga medis melihat peningkatan jumlah pasien muda yang datang dengan gejala awal gangguan kardiovaskular. Kondisi ini mendorong para dokter untuk lebih fokus pada pola hidup generasi muda saat ini.

Dokter spesialis jantung menjelaskan bahwa hipertensi menjadi salah satu faktor utama yang memicu kerusakan jantung secara perlahan.

Hipertensi Tidak Lagi Identik dengan Usia Tua

Dahulu, banyak orang menganggap tekanan darah tinggi hanya menyerang orang tua. Namun, kondisi itu kini berubah.

Selain itu, dokter menemukan banyak pasien berusia 20 hingga 30 tahun sudah menunjukkan tanda-tanda hipertensi. Kondisi ini berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Akibatnya, banyak orang tidak menyadari kondisi tubuh mereka hingga komplikasi mulai muncul.

Tekanan darah yang terus meningkat memaksa jantung bekerja lebih keras setiap hari. Oleh karena itu, otot jantung menebal untuk menyesuaikan beban kerja tersebut.

Namun demikian, perubahan ini justru membuat fungsi jantung menurun dalam jangka panjang.

Gaya Hidup Modern Mempercepat Risiko Penyakit Jantung

Dokter menilai bahwa gaya hidup modern berperan besar dalam meningkatnya kasus penyakit jantung pada Gen Z.

Baca Juga :  Musim Hujan Picu Risiko DBD dan Hantavirus, Gejala Awal Sering Mirip

Selain itu, beberapa kebiasaan berikut paling sering ditemukan pada pasien muda:

  • Mengonsumsi makanan cepat saji secara rutin
  • Mengurangi aktivitas fisik karena lebih banyak duduk
  • Mengalami stres dalam jangka panjang
  • Kurang tidur
  • Merokok
  • Mengonsumsi makanan tinggi garam

Kombinasi faktor tersebut mempercepat munculnya gangguan kesehatan jantung pada usia muda.

Makanan Ultra-Proses Jadi Sorotan Utama

Dokter juga menyoroti meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses di kalangan anak muda.

Selain itu, jenis makanan ini mengandung gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Ketika seseorang mengonsumsinya secara rutin, tubuh akan mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Kondisi ini juga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua penyakit tersebut kemudian memperburuk kesehatan jantung secara keseluruhan.

Kerusakan Jantung Terjadi Secara Bertahap

Jantung merespons tekanan darah tinggi dengan cara menebalkan ototnya. Proses ini terjadi sebagai mekanisme adaptasi.

Namun demikian, adaptasi tersebut justru menimbulkan masalah baru. Jantung menjadi lebih kaku dan kehilangan kemampuan untuk bekerja secara optimal.

Kondisi ini dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kiri.

Selain itu, kondisi tersebut berkembang tanpa gejala jelas sehingga banyak orang tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.

Ketika kondisi memburuk, pasien mulai merasakan gejala seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar tidak teratur
  • Pusing
  • Pingsan
Baca Juga :  Heboh Hantavirus, dr. Tirta Minta Publik Tak Panik dan Ungkap Cara Sederhana Mencegahnya

Banyak Kasus Baru Terdeteksi Saat Sudah Parah

Dokter mengamati bahwa banyak pasien muda datang ke rumah sakit saat kondisi sudah memasuki tahap lanjut.

Selain itu, mereka sering menganggap gejala awal sebagai kelelahan biasa atau efek stres. Akibatnya, mereka menunda pemeriksaan medis.

Padahal, deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius seperti gagal jantung atau stroke.

Oleh karena itu, dokter terus mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi kelompok usia muda.

Risiko Komplikasi Serius Mengintai

Jika seseorang tidak mengontrol hipertensi dengan baik, maka berbagai komplikasi dapat muncul.

Selain gagal jantung, kondisi ini juga dapat memicu:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan irama jantung

Semua komplikasi tersebut dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari.

Perubahan Gaya Hidup Jadi Langkah Pencegahan Utama

Dokter menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi langkah paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada Gen Z.

Selain itu, beberapa langkah berikut sangat disarankan:

  • Mengurangi konsumsi makanan olahan
  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Mengelola stres dengan lebih baik
  • Tidur cukup setiap hari
  • Mengontrol berat badan
  • Memeriksa tekanan darah secara rutin

Dengan menerapkan langkah tersebut secara konsisten, risiko penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus
Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut
Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi
Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?
10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa
Fakta Terbaru Kanker Payudara 2026, Pentingnya Skrining dan Harapan Baru Pengobatan
Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Akibat Begadang, Stres, dan Merokok
Banyak yang Masih Bingung, Dokter Jelaskan Perbedaan PCOS dan PMOS
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB