trendsberita.com – Seorang tokoh agama, Zainal Abidin, menyampaikan pandangan menarik saat memberikan ceramah di lingkungan DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah. Ia menyebut bahwa Soekarno atau Bung Karno merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah halal bihalal di Indonesia.
Zainal Abidin menyampaikan hal tersebut di hadapan para kader partai. Ia menjelaskan bahwa istilah halal bihalal tidak sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai sejarah dan makna persatuan yang kuat. Menurutnya, Bung Karno menggunakan konsep halal bihalal sebagai cara untuk menyatukan masyarakat setelah masa konflik.
Ia menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya sekadar acara saling bermaafan. Tradisi ini juga mencerminkan semangat kebangsaan. Bung Karno, kata dia, mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dan memperkuat persatuan bangsa melalui momentum tersebut.
Dalam ceramahnya, Zainal Abidin juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah perbedaan. Ia menilai bahwa semangat halal bihalal masih sangat relevan hingga saat ini. Masyarakat Indonesia yang beragam membutuhkan ruang untuk saling memahami dan mempererat hubungan.
Selain itu, ia mengajak para kader partai untuk meneladani nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno. Menurutnya, persatuan harus selalu menjadi prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa persatuan, berbagai perbedaan bisa memicu perpecahan.
Kegiatan ceramah tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta mengikuti acara dengan antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga meresapi pesan tentang pentingnya menjaga persatuan.
Zainal Abidin juga menekankan bahwa tradisi halal bihalal bisa menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan sosial. Ia mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menjalankan tradisi secara seremonial. Ia ingin masyarakat memahami makna di balik tradisi tersebut.
Dengan memahami sejarah dan nilai halal bihalal, masyarakat bisa menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bahwa warisan pemikiran Bung Karno masih relevan hingga sekarang.









