trendsberita – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan menindak tegas pelaku pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia menyebut tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi karena meresahkan masyarakat.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah sopir bajaj mengaku menjadi korban pemalakan dengan modus uang setoran harian. Nilainya dilaporkan mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari.
Dalam beberapa kasus, sopir yang menolak membayar diduga mendapat ancaman hingga intimidasi di lapangan. Kondisi ini membuat para pengemudi merasa tertekan saat mencari nafkah di kawasan tersebut.
Pramono menegaskan pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memberantas praktik premanisme di Tanah Abang. Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tindakan serupa.
Menurutnya, ruang publik harus aman bagi semua warga, termasuk pekerja transportasi seperti sopir bajaj. Pemerintah tidak akan membiarkan aksi yang merugikan masyarakat kecil terus terjadi.
Sebelumnya, kasus serupa juga sempat viral di kawasan Tanah Abang yang melibatkan pedagang dan sopir kendaraan umum. Aparat disebut telah menindak beberapa pelaku setelah laporan masuk ke pihak berwenang.
Dengan langkah tegas ini, pemerintah berharap situasi keamanan di Tanah Abang kembali kondusif dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan normal.









