trendsberita – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) memberikan respons atas usulan Jusuf Kalla terkait pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban masyarakat.
Menurut Wamendagri, subsidi BBM masih dibutuhkan oleh masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Jika subsidi dicabut atau dikurangi, harga BBM berpotensi naik. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya memengaruhi biaya transportasi. Dampaknya juga akan merembet ke harga kebutuhan pokok. Hal ini bisa memicu inflasi dan menekan ekonomi rumah tangga.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi energi, termasuk BBM. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk menekan defisit anggaran negara di tengah kondisi global yang tidak menentu.
JK menilai subsidi yang terlalu besar dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga menilai kebijakan tersebut sudah diterapkan di berbagai negara sebagai upaya efisiensi energi.
Namun, pemerintah melalui sejumlah pejabat menegaskan bahwa kebijakan subsidi harus tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat. Mereka menilai pengurangan subsidi bukan solusi sederhana, karena dampaknya bisa langsung dirasakan oleh rakyat luas.
Sebelumnya, sejumlah pihak di DPR juga menyatakan penolakan terhadap wacana pengurangan subsidi BBM. Mereka menilai langkah tersebut tidak tepat dilakukan dalam kondisi ekonomi saat ini, karena berisiko menimbulkan gejolak sosial.
Pemerintah pun menegaskan bahwa kebijakan energi harus dihitung secara matang. Tujuannya agar tetap menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.









