Trendsberita – Otoritas Iran kembali mengeksekusi mati dua pria yang disebut sebagai anggota kelompok oposisi terlarang. Eksekusi ini menjadi bagian dari rangkaian tindakan keras terhadap kelompok yang dianggap mengancam pemerintah.
Kedua pria tersebut dinyatakan bersalah karena terlibat dalam aktivitas yang bertujuan menggulingkan pemerintah. Mereka juga disebut terlibat dalam aksi sabotase dan kegiatan yang dikategorikan sebagai terorisme.
Kelompok yang dimaksud adalah Mujahidin Rakyat Iran (MEK), yang telah lama dilarang oleh pemerintah Iran. Otoritas setempat menilai kelompok ini sebagai ancaman terhadap stabilitas negara.
Eksekusi ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sejumlah anggota kelompok yang sama juga telah dijatuhi hukuman mati.
Langkah ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut membuat kondisi politik dan keamanan di Iran semakin tegang.
Sejumlah laporan internasional menyebut eksekusi ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan oposisi. Dalam beberapa waktu terakhir, Iran memang meningkatkan tindakan terhadap kelompok yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.









