Trendsberita – Media massa di Israel memiliki cara tersendiri dalam memberitakan perang antara Iran dan Amerika Serikat. Narasi yang muncul cenderung menekankan bahwa Iran adalah ancaman serius bagi keamanan Israel.
Dalam banyak pemberitaan, Iran sering digambarkan sebagai ancaman eksistensial. Media mengulang pernyataan pemerintah bahwa Iran harus dihentikan untuk mencegah bahaya yang lebih besar.
Istilah seperti ancaman nuklir juga kerap digunakan. Media menyoroti program nuklir Iran sebagai alasan utama konflik.
Selain itu, Iran sering digambarkan sebagai pihak yang mengendalikan kelompok bersenjata di kawasan. Narasi ini memperkuat pandangan bahwa konflik bukan hanya soal dua negara, tetapi juga jaringan regional.
Sejumlah media bahkan menampilkan konten visual dramatis. Tayangan ledakan dan serangan udara dipadukan dengan pesan kemenangan dan simbol nasional.
Narasi yang terus diulang ini membentuk opini publik. Masyarakat Israel semakin melihat tindakan militer sebagai langkah yang diperlukan.
Minimnya suara kritis juga menjadi sorotan. Sebagian besar media arus utama cenderung sejalan dengan narasi pemerintah.
Perang Iran-AS sendiri terus berkembang sejak akhir Februari 2026. Konflik ini melibatkan serangan militer, balasan misil, hingga dampak regional yang luas.









