Israel Siapkan Serangan ke Iran Usai Negosiasi AS Buntu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Israel dan Amerika (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun/File Photo Acquire Licensing Rights)

Ilustrasi bendera Israel dan Amerika (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun/File Photo Acquire Licensing Rights)

trendsberita – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan. Israel disebut mulai ancang-ancang untuk melancarkan serangan ke Iran.

Kebuntuan terjadi setelah perundingan yang berlangsung intens gagal mencapai kesepakatan. Salah satu isu utama adalah tuntutan AS agar Iran menghentikan program nuklirnya.

Di sisi lain, Iran menolak syarat tersebut dan tetap mempertahankan haknya dalam pengayaan uranium. Perbedaan sikap ini membuat negosiasi tidak menemukan titik temu.

Baca Juga :  AS Kirim Destroyer dan Kapal Induk ke Selat Hormuz, Ini Kekuatan Militernya

Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Israel disebut mempertimbangkan langkah militer sebagai respons atas kegagalan diplomasi.

Sebelumnya, Israel bersama AS juga pernah melancarkan serangan ke Iran pada awal 2026 dalam operasi militer besar. Konflik tersebut kemudian memicu serangan balasan dari Iran ke berbagai wilayah di kawasan.

Selain itu, AS juga meningkatkan tekanan dengan rencana blokade di Selat Hormuz. Langkah ini dinilai dapat memperburuk situasi dan memicu reaksi keras dari Iran.

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Pentagon: Hubungan RI-AS Naik ke Level Strategis Baru

Para pengamat menilai kondisi saat ini sangat rawan. Jika tidak ada kesepakatan baru, konflik berpotensi berubah menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, upaya diplomasi masih terus dilakukan oleh sejumlah pihak internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Kosmik yang Bisa Terjadi
Aramco Peringatkan Dunia Dekati Krisis Bahan Bakar Parah, Pasokan Minyak Global Terancam
Australia Pastikan 6 Penumpang Terinfeksi Hantavirus dalam Kondisi Sehat
California Gugat Meta, Tuduh Untung Besar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram
May Day 2026: 360 Ribu Buruh Jerman Turun ke Jalan
Pilot Jet Tempur Selfie di Udara Berujung Tabrakan, Angkatan Udara Minta Maaf
Hujan Meteor Lyrid 2026 Puncak 22–23 April, Bisa Dilihat di Indonesia
Tanker LPG RI Lewati Selat Hormuz Bukan Milik Pertamina, Ini Penjelasan Lengkapnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Kosmik yang Bisa Terjadi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Aramco Peringatkan Dunia Dekati Krisis Bahan Bakar Parah, Pasokan Minyak Global Terancam

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:00 WIB

Australia Pastikan 6 Penumpang Terinfeksi Hantavirus dalam Kondisi Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:00 WIB

California Gugat Meta, Tuduh Untung Besar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:00 WIB

May Day 2026: 360 Ribu Buruh Jerman Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Ilustrasi akun Gmail. (Foto: Pinterest)

Teknologi

Pengguna Baru Google Kini Hanya Mendapat 5GB Penyimpanan Gratis

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:00 WIB