Voting DK PBB Soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi DK PBB: (REUTERS/Andrew Kelly)

Foto Ilustrasi DK PBB: (REUTERS/Andrew Kelly)

Trendsberita – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menunda pemungutan suara terkait pengamanan Selat Hormuz. Voting yang semula dijadwalkan Jumat, 3 April 2026, kini dijadwalkan ulang pada Sabtu, 4 April 2026.

Rancangan resolusi diajukan oleh Bahrain. Tujuannya adalah untuk melindungi jalur pelayaran Selat Hormuz, yang penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Resolusi ini memberi wewenang kepada negara anggota PBB untuk mengambil langkah pertahanan, termasuk penggunaan kekuatan defensif jika diperlukan.

Baca Juga :  PAN Harap Pembukaan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Lebih Stabil

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat akibat konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Gangguan navigasi di selat ini memengaruhi pasokan energi global. Negara-negara Teluk mendukung resolusi untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Beberapa anggota DK PBB yang memiliki hak veto, seperti China dan Rusia, menyatakan kekhawatiran terhadap penggunaan aksi militer dalam resolusi. Negosiasi ulang dilakukan sebelum voting akhir digelar.

Baca Juga :  Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan

Iran mengecam rencana voting ini. Pemerintah Iran menyebut langkah tersebut provokatif dan berpotensi memperburuk situasi di kawasan.

Selat Hormuz dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan di selat ini bisa memengaruhi harga dan pasokan energi global secara signifikan. DK PBB berharap dengan voting yang ditunda, negara anggota bisa mencapai kesepakatan yang lebih tepat dan aman.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan
Medan Magnet Eksoplanet Diukur Lewat Kecepatan Angin, Hasilnya Bikin Ilmuwan Terkejut
Raksasa Nikel China Mulai Lirik Afrika, Investasi di Indonesia Terancam Melambat
Trump Sebut Akhir Pekan Ini Jadi Penentu Hasil Pembicaraan AS-Iran
Trump Murka ke Netanyahu, Serangan Israel di Lebanon Picu Ketegangan Baru
Iran Peringatkan AS, Sebut Pertempuran Saat Ini Bisa Picu Babak Perang Baru
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan
Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:00 WIB

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Medan Magnet Eksoplanet Diukur Lewat Kecepatan Angin, Hasilnya Bikin Ilmuwan Terkejut

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

Raksasa Nikel China Mulai Lirik Afrika, Investasi di Indonesia Terancam Melambat

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

Trump Sebut Akhir Pekan Ini Jadi Penentu Hasil Pembicaraan AS-Iran

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka ke Netanyahu, Serangan Israel di Lebanon Picu Ketegangan Baru

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB