KPK Mulai Maraton Periksa Biro Travel Haji Pekan Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Trendsberita – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memulai pemeriksaan maraton terhadap biro travel haji pada pekan depan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024.

Pemeriksaan akan menyasar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) sebagai saksi dalam perkara tersebut. KPK berencana melakukan pemeriksaan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah sesuai lokasi biro travel yang terlibat.

Juru Bicara KPK menyebutkan, metode pemeriksaan langsung di lokasi diharapkan membuat proses pengumpulan bukti lebih efektif. Selain itu, pendekatan ini juga memudahkan penyidik untuk menjangkau pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca Juga :  5 Fakta Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Jadi Saksi Kasus PT DSI

KPK juga mengimbau seluruh pihak yang dipanggil untuk bersikap kooperatif. Hal ini penting agar proses penyidikan berjalan lancar dan dapat segera mengungkap keseluruhan konstruksi perkara.

Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji. Sebelumnya, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, termasuk mantan Menteri Agama serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

Baca Juga :  Diperiksa KPK, Haji Isam Ngaku Tak Kenal Tersangka Kasus Bea Cukai

Dalam proses penyidikan, KPK juga memperpanjang masa penahanan salah satu tersangka guna mempermudah pemeriksaan lanjutan. Langkah ini dilakukan agar penyidik dapat menggali informasi secara lebih mendalam.

KPK menegaskan bahwa penyidikan kasus ini akan terus dikembangkan. Pemeriksaan terhadap biro travel haji diharapkan dapat membuka aliran dana serta mengungkap pihak lain yang terlibat.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rey Pelaku Nikah Sesama Wanita di Malang Bantah Janjikan Rumah ke Eks Istri
MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara, Begini Respons KPK
Komnas HAM Gali Keterangan TNI soal Kasus Air Keras Andrie Yunus, Ini Hasilnya
5 Fakta Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Jadi Saksi Kasus PT DSI
Komnas HAM Akan Minta Keterangan 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
Siswi SMP Minta Maaf Usai Viral Bikin Konten Joget Saat Diperiksa Polisi
Curi Mobil Pikap di Masjid Serang, 2 Lansia dan 1 Paruh Baya Ditangkap
Bareskrim Serahkan Kasus Judol Rp55 Miliar ke Jaksa, Tegaskan Penyidikan Profesional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 09:00 WIB

Rey Pelaku Nikah Sesama Wanita di Malang Bantah Janjikan Rumah ke Eks Istri

Senin, 6 April 2026 - 22:30 WIB

MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara, Begini Respons KPK

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

KPK Mulai Maraton Periksa Biro Travel Haji Pekan Depan

Jumat, 3 April 2026 - 09:30 WIB

Komnas HAM Gali Keterangan TNI soal Kasus Air Keras Andrie Yunus, Ini Hasilnya

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

5 Fakta Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Jadi Saksi Kasus PT DSI

Berita Terbaru

Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy

Kesehatan

Jebakan Hidden Sugar di Minuman Manis, Warga RI Rentan Diabetes

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:30 WIB

Foto: Trump dan Netanyahu (REUTERS/Kevin Mohatt/File Photo Purchase Licensing Rights).

Internasional

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:00 WIB